Daerah pesisir dan dataran rendah berada pada risiko tertinggi, dengan dampak sekunder diperkirakan dapat terjadi di sebagian wilayah Mozambik tengah dan selatan pada tanggal 13 Februari.
Menurut OCHA Dana Darurat Pusat PBB (CERF) mengalokasikan US$3 juta kepada enam badan PBB di Madagaskar dalam pembiayaan yang telah diatur sebelumnya untuk tindakan antisipatif guna membantu mitra mendukung lebih dari 93.000 orang rentan di antara mereka yang paling terpapar dan berisiko tinggi terkena dampak parah oleh siklon.
Badan Nasional Penanggulangan Risiko dan Bencana (BNGRC) telah menempatkan Analanjirofo dan Atsinanana dalam status siaga merah, sedangkan Ambatosoa, Alaotra Mangoro, Analamanga, Betsiboka, Bongolava, Itasy, Vakinankaratra, Melaky, Menabe, Antalaha, Andapa, Mandritsara, Befandriana dan Avaratra telah ditempatkan dalam status siaga kuning.
Kondisi cuaca buruk diperkirakan akan terjadi di wilayah daratan, khususnya di utara Antananarivo, di selatan Mahajanga, dan di utara Toliara.
Pemerintah daerah di beberapa daerah, termasuk Analamanga, telah meliburkan sekolah pada tanggal 11 Februari sebagai tindakan keselamatan publik menyusul peringatan tersebut.

Dampak Kemanusiaan
OCHA mengatakan mitra kemanusiaan khawatir bahwa sejumlah besar orang akan berisiko terkena dampak siklon di Madagaskar dan Mozambik.




