Darilaut –Perubahan iklim memberikan dampak nyata di Indonesia dekade terakhir ini. Tutupan es di Puncak jaya bakal punah, sementara kenaikan permukaan laut dan siklon tropis Senyar yang membawa hujan memecahkan rekor.
Dampak perubahan iklim yang tak kalah kritis adalah mencairnya tutupan es atau salju abadi di Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Papua, telah berkurang sekitar 98% sejak tahun 1988 dan diperkirakan akan habis sepenuhnya awal 2027.
Selain itu, kenaikan permukaan laut di Indonesia mencapai laju 4,36 mm/tahun, yang mengancam wilayah pesisir dengan banjir rob dan abrasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa ke depan kondisi iklim Indonesia cukup mengkhawatirkan jika tidak dilakukan langkah mitigasi secara kolektif.
Hasil analisis BMKG mencatat di masa mendatang peningkatan suhu masih akan terus terjadi di mana seluruh wilayah Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan suhu hingga 1,6°C pada periode 2021-2050.
BMKG menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang sedang terjadi dan berdampak langsung kepada kehidupan masyarakat.
Salah satu dampak perubahan iklim adalah peningkatan intensitas curah hujan ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah Indonesia.




