“Ratusan komoditas kami pantau, rata-rata mengalami kenaikan sekitar dua persen setiap bulan,” ujarnya.
Toto mengatakan melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah akan memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, termasuk perubahan struktur ekonomi dalam satu dekade terakhir.
“Sensus ini penting untuk memotret kondisi riil usaha, termasuk ekonomi digital dan aspek lingkungan sebagai dasar kebijakan ekonomi nasional,” katanya.
BPS juga mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
“Manfaatkan data BPS agar informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tribun Batam, Prawira Maulana, mengungkapkan data BPS selama ini menjadi salah satu sumber utama dalam produksi berita.
Namun, ia juga menyinggung tantangan baru bagi industri media akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Sekarang masyarakat cenderung mengambil informasi dari AI overview tanpa membuka sumber media. Dampaknya, trafik media turun hingga 70 persen dan memengaruhi monetisasi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan serius bagi media untuk tetap relevan sekaligus menjaga kualitas informasi berbasis data.



