Setelah Mendarat di Pulau Honshu Siklon Tropis Nanmadol Masuk Pasifik Utara

Nanmadol dilihat dari Satelit Enhanced RealVue™ AccuWeather pada Minggu malam, 18 September 2022, waktu setempat. GAMBAR: ACCUWEATHER.COM

Darilaut – Setelah mendarat dan melewati Pulau Honshu, Jepang, Siklon Tropis Nanmadol masuk ke Samudra Pasifik Utara, Selasa (20/9) pagi.

Badai tropis Nanmadol ketika tiba di Pasifik Utara telah menjadi siklon ekstratropis.

Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) menginformasikan Selasa, Nanmadol pada pukul 09.00 waktu setempat dengan kekuatan sebagai siklon ekstratropis bergerak ke arah timur-timur laut.

Kecepatan 75 km per jam (40 knot) dan tekanan udara pusat 994 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Sebelumnya, pada Senin malam pukul 21.00 waktu setempat, Nanmadol dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang ekstrem berada pada posisi tengah (derajat) 36.1 N – 134.6 E.

Siklon tropis ini bergerak ke timur-timur laut dengan kecepatan 35 km per jam (20 knot) dan tekanan udara pusat 980 hPa.

Topan Nanmadol mendarat di wilayah pesisir Prefektur Kagoshima, Jepang, Minggu (18/9). Topan ini membawa hujan lebat, angin yang sangat kuat, serta gelombang tinggi.

Dari Kagoshima Nanmadol bergerak ke Pulau Honshu Senin (19/9) pagi. Sistem ini terus bergerak menuju Laut Jepang (Laut Timur). Kekuatan topan ini melemah selama berada di daratan, mulai dari Pulau Kyushu hingga Honshu.

Setelah melintasi laut dan pesisir, Nanmadol mendarat lagi di Pulau Honshu. Sistem ini kembali melewati laut dan pesisir, dan mendarat dekat Wajima, Prefektur Ishikawa.

Selanjutnya berada di dekat Niigata. Sistem ini masuk ke Samudra Pasifik Utara melewati pesisir Prefektur Iwate.

Mengutip NHK (Nippon Hoso Kyokai) Selasa pagi Badai Tropis Nanmadol menuju ke utara Jepang, setelah mendarat di pantai Laut Jepang, dekat kota Niigata.

Badan Meteorologi mengatakan bahwa pada pukul 06.00 pagi, Nanmadol bergerak ke timur-timur laut dekat Kota Yamagata dengan kecepatan 55 kilometer per jam.

Badai ini diperkirakan akan membawa hujan lebat dan angin kencang ke wilayah Prefektur Tohoku, Kanto, Tokai, dan Hokkaido.

Hujan deras dengan kecepatan lebih dari 50 milimeter per jam dapat mengguyur beberapa bagian Jepang timur dan utara hingga Selasa malam.

Dalam 24 jam hingga Rabu pagi, diperkirakan akan terjadi hujan hingga 120 milimeter di wilayah Kanto-Koshin, hingga 100 milimeter di wilayah Tokai dan Tohoku, dan hingga 80 milimeter di Hokkaido.

Angin dengan kecepatan 90 kilometer per jam diperkirakan untuk wilayah Hokuriku dan Tohoku, dan 83 kilometer per jam untuk wilayah Kanto-Koshin dan Hokkaido.

Pejabat cuaca mendesak orang-orang untuk tetap waspada terhadap tanah longsor, sungai yang meluap, banjir di daerah dataran rendah, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC), menginformasikan Badai Tropis 16W (Nanmadol) akan terus melacak timur-timur laut sebagai ekstratropis selama 24 jam ke depan dengan pelemahan yang stabil karena geseran angin yang kuat (40 – 60 knot) dan efek gesekan.

Sejak Topan Nanmadol mendekat, mendarat dan melintasi sejumlah wilayah pesisir dan pulau-pulau di Jepang sejak Minggu (18/9) hingga Senin, lebih dari 9 juta orang diperintahkan untuk dievakuasi.

Maskapai telah membatalkan lebih dari 800 penerbangan, begitu pula layanan kereta Shinkansen juga ditangguhkan secara luas.

NHK melaporkan sebanyak 9,5 juta orang di Jepang barat telah diperintahkan untuk mengungsi karena Topan Nanmadol. Sementara sekitar 300.000 rumah tanpa listrik pada Senin pagi di Kyushu.

Jumlah lebih dari 9 juta orang atau 4,2 juta rumah tangga ini tercatat hingga Senin pagi. Evakuasi ini diperintahkan untuk yang terkena dampak peringatan level 4 di sebagian wilayah Kyushu, Shikoku, dan Chugoku.

Peringatan level 5, tertinggi dalam skala peringatan bencana Jepang, dikeluarkan untuk sekitar 530.000 orang atau 250.000 rumah tangga di prefektur Kagoshima, Miyazaki, Oita, Kumamoto dan Yamaguchi.

Peringatan tersebut mencakup sekitar 205.000 orang yang tinggal di empat kota di Prefektur Kagoshima; lebih dari 183.000 orang di empat kota, 10 kota dan dua desa di Prefektur Miyazaki; dan hampir 123.000 orang di tiga kota di Prefektur Oita. Ini juga mencakup satu desa di Prefektur Kumamoto dan satu kota di Prefektur Yamaguchi.

Mengutip NHK, setidaknya mengakibatkan dua kematian dan 120 cedera di Jepang yang dilanda Topan Nanmadol. Data tersebut dikumpulkan NHK pada Senin pukul 23.00 malam.

Di Prefektur Miyazaki, seorang pria berusia 40-an ditemukan tidak sadarkan diri dan kemudian dipastikan meninggal di rumah sakit. Para pejabat menduga dia terjebak dalam tanah longsor.

Di bagian lain prefektur, seorang pria berusia 60-an dipastikan tewas setelah mobilnya terendam hingga air mencapai atapnya. Satu orang dilaporkan hilang di Prefektur Hiroshima.

Sumber: Badan Meteorologi Jepang/JMA, Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp) dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version