UNEP mendorong aplikasi dari para pengusaha muda, ilmuwan, ekonom, seniman, dan komunikator dari semua latar belakang yang memajukan ide-ide berani untuk manusia, planet, dan kemakmuran.
Untuk menunjukkan kelayakan dan komitmen, pelamar harus telah secara aktif mengejar ide-ide mereka selama minimal enam bulan.
“Mengatasi krisis yang saling terkait seperti perubahan iklim, degradasi lahan, hilangnya keanekaragaman hayati dan alam, serta polusi dan limbah bukanlah tindakan amal. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi negara, komunitas, dan individu,” kata Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen, mengutip siaran pers UNEP.
“Kami bangga bahwa melalui program Young Champions, individu-individu luar biasa ini mendapatkan bimbingan, pelatihan, dan pendanaan awal untuk mengubah ide-ide ambisius menjadi solusi yang layak bagi manusia dan planet.”
Sebelumnya, para penerima penghargaan Young Champions of the Earth 2025 adalah: Jinali Mody dari India, pendiri dan CEO Banofi Leather, yang mengubah limbah tanaman pisang menjadi alternatif kulit nabati; Joseph Nguthiru, pendiri startup Kenya HyaPak, yang memproduksi kemasan biodegradable dari pulp eceng gondok; dan Noemi Florea, penemu Cycleau, sebuah sistem yang mengubah air limbah menjadi air minum. Nguthiru kemudian memenangkan hibah $100.000 dari Planet A.




