Gogot mengatakan sertifikat O-Level tidak diposisikan secara otomatis sebagai ijazah SMA Indonesia, melainkan sebagai salah satu bagian dari rekam pendidikan pada jenjang pendidikan menengah. Tim Penilai kemudian melihat kelanjutan pendidikan yang bersangkutan di UTS Insearch, Australia, dan menilainya sebagai bagian dari lanjutan pendidikan menengah.
Dalam analisis penilaian mata kuliah pada UTS Insearch, Australia, antara lain accounting, financial management, business law dan ethics, marketing, microeconomics, dan management disandingkan atau setara dengan struktur pada mata pelajaran SMK bidang akuntansi dan keuangan.
“Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penyandingan learning outcome atau standar kompetensi lulusan riwayat pendidikan tersebut, dinilai mempunyai kesesuaian dengan peminatan atau program keahlian akuntansi dan keuangan pada jenjang sekolah menengah kejuruan,” kata Gogot.
KBRI Tak Miliki Dokumen Pendidikan Gibran
Di sisi lain, Atase Pendidikan di KBRI Singapura yang diwakili Nur Aeni Ariyanti mengatakan tidak ada dokumen yang berkaitan dengan jenjang pendidikan yang ditempuh Gibran Rakabuming Raka. Hal ini dikatakannya untuk menjawab pertanyaan Wakil Ketua MK Saldi Isra saat sesi pendalaman.

”Mohon izin, Yang Mulia, ada setelah kami menelusuri dokumen yang ada, kami tidak menemukan adanya dokumen yang disimpan di KBRI, Yang Mulia,” ujar Nur Aeni.



