Hujan deras berminggu-minggu telah menyebabkan sungai meluap dan membanjiri waduk-waduk utama, sehingga air banjir meluap ke daerah-daerah padat penduduk.
Mozambik adalah daerah yang paling parah terkena dampaknya. Banjir telah memengaruhi setidaknya 650.000 orang, menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, dan menghancurkan atau merusak setidaknya 30.000 rumah, menurut Institut Manajemen Bencana Nasional Mozambik.
Kemungkinan jumlahnya akan meningkat karena operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung. Beberapa kota yang paling parah terkena dampaknya termasuk ibu kota Maputo.
Tanaman telah hancur dan ternak mati, dan ada peningkatan risiko kolera dan penyakit menular melalui air lainnya, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA).
Mengenai siklon tropis Gezani, OCHA mengkhawatirkan dampak terberat angin kencang dan hujan lebat di Madagaskar dan Mozambik.
OCHA melaporkan Madagaskar dan Mozambik menghadapi risiko tertinggi, dengan daerah pesisir dan dataran rendah diperkirakan akan menanggung dampak terberat dari angin kencang, gelombang badai, dan curah hujan lebat.




