Darilaut – Siklon Tropis (Tropical Cyclone) Maila di Laut Solomon mulai melemah dan akan mendekati Papua Nugini saat bergerak ke barat daya.
Saat ini Maila dengan jarak 445 km timur laut Alotau dan 758 km timur-timur laut Port Moresby.
Siklon Tropis Parah Maila, di Laut Solomon, diperkirakan akan bergerak ke selatan Papua Nugini selama akhir pekan, kata Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology, BOM) Australia, dalam buletin informasi yang dikeluarkan Jumat (10/4) pukul 04.00 waktu setempat.
Selanjutnya, diperkirakan Maila menuju pantai Queensland Utara Jauh pada awal minggu depan.
Maila dengan intensitas kategori 3 ada skala siklon tropis Australia mengemas angin kencang di dekat pusat mencapai 150 kilometer per jam dengan embusan angin hingga 205 kilometer per jam.
Siklon Tropis Maila (37U) bergerak perlahan ke barat dan diperkirakan akan mengarah ke barat daya.
Sistem ini, menurut Biro Meteorologi, diperkirakan akan berdampak pada bagian tenggara Papua Nugini sebelum bergerak ke Laut Koral.
Mulai hari Minggu (12/4), Maila mungkin akan bergerak ke arah barat daya menuju pantai Queensland Utara Jauh, dan mungkin melintasi Semenanjung Cape York pada awal minggu depan.
Skenario lain yang mungkin terjadi adalah Maila melemah di dekat atau di atas Papua Nugini bagian tenggara selama akhir pekan dan tidak melintasi pantai Queensland sebagai siklon tropis, kata Biro Meteorologi.
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) Maila terletak 1335 km timur laut Cairns, Australia, dan telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 9,1 meter (30 kaki), kata JTWC.
Mengenai intensitas, Maila telah memulai fase pelemahan cepatnya saat mulai bergerak di atas perairan yang sangat dingin yang naik ke permukaan karena perjalanannya yang lambat di daerah tersebut beberapa hari yang lalu, kata JTWC.
Suhu permukaan laut saat ini diperkirakan 22–24°C. Menurut JTWC saat sistem ini bergerak di atas kumpulan udara dingin, sistem ini juga akan terus menghadapi geser angin timur yang kuat, dan kombinasi faktor-faktor ini akan mengakibatkan pelemahan sebesar 75–85 km per jam (40–45 knot) selama 2 hari ke depan.
