Darilaut – Siklon tropis Ilsa terbentuk di Laut Timor, Minggu (9/4). Sistem ini berada di tenggara Kupang, Nusa Tenggara Timur atau barat Darwin, Australia.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) selama 6 jam terakhir, sistem ini telah bergerak ke barat-barat daya dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot).
Siklon tropis kategori 1 ini diperkirakan akan terus mengambil jalur ke arah barat daya menuju Samudera Hindia.
Setelah 3 hari, sistem diperkirakan ke arah tenggara dan akan mendarat tepat di sebelah timur Port Hedland. Selanjutnya, meluncur ke daratan di atas Australia Barat.
Dalam perjalanan, siklon tropis ini akan meningkat secara bertahap karena lingkungan yang menguntungkan. Hal tersebut yang mendorong intensifikasi bertahap hingga 150 km per jam (80 knot) dalam 2 hari.
Setelah itu, menurut JTWC, hembusan angin yang rendah dan suhu permukaan laut yang sangat hangat di Samudera Hindia akan mendorong intensifikasi cepat (RI).
Sebelum mendarat di Australia, sistem akan mencapai puncak 240 km per jam (130 knot), kata JTWC
Sistem ini membawa gelombang dengan tinggi signifikan maksimum 4,3 meter (14 feet).
Pusat Peringatan Siklon Tropis Biro Meteorologi Australia menjelaskan sistem membawa angin kencang dan hujan deras yang mungkin terjadi di pantai Kimberley.
Siklon tropis ini diperkirakan akan semakin intensif pada hari-hari berikutnya, saat bergerak di sepanjang jalur umum yang sejajar dengan pantai Kimberley.
Pada Selasa pekan depan, ada risiko yang signifikan bahwa sistem ini akan menjadi siklon tropis yang parah. Dampak pesisir untuk pantai Pilbara tengah atau timur atau barat Kimberley kemungkinan besar terjadi pada hari Kamis atau Jumat, pekan depan.
Badai petir dengan curah hujan lebat juga diperkirakan terjadi di ujung utara Kimberley Minggu sore dan malam.
Menurut Biro Meteorologi Australia penduduk yang tinggal di sepanjang Pantai Kimberley Utara dan Kimberley Barat harus mulai mempersiapkan dan memantau kondisi dan peringatan.
Peringatan Biru (Blue Alert) juga disampaikan kepada orang-orang yang tinggal di atau antara Kalumburu ke Teluk Kuri. Mereka perlu bersiap menghadapi cuaca siklon dan mengatur perlengkapan darurat termasuk kotak P3K, obor, radio portabel, baterai cadangan, makanan dan air.
