Pengukuran secara in-situ diperlukan untuk memperoleh data pembanding terhadap berbagai sistem observasi dan prakiraan yang digunakan BMKG. Data tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi tingkat akurasi sistem sekaligus meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan.
Salah satu aspek penting dalam verifikasi tersebut adalah pengukuran data secara in-situ. Data hasil survei akan digunakan sebagai pembanding sekaligus alat validasi terhadap sistem observasi dan prakiraan yang kami operasikan, kata Agi.
Salah satu sistem yang menjadi fokus verifikasi adalah High Frequency Radar (HF Radar) yang digunakan untuk memantau kondisi permukaan laut di Selat Sunda.
Selain itu, survei juga mendukung validasi sistem coupled ocean-atmosphere BMKG, INAWIS, melalui perbandingan antara hasil pemodelan dan pengamatan langsung di lapangan.
Direktorat Meteorologi Maritim saat ini tengah menyiapkan pengembangan generasi terbaru INAWIS yang dikembangkan secara mandiri (in-house). Data hasil survei akan menjadi salah satu komponen penting dalam proses pengujian dan penyempurnaan sistem guna menghasilkan informasi yang semakin andal dan akurat.
Tim survei menggunakan sejumlah instrumen utama untuk memperoleh data meteorologi dan oseanografi secara langsung, di antaranya, Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk mengukur profil arus laut berdasarkan kedalaman, Spotter Buoy untuk memantau gelombang dan parameter permukaan laut, Current Meter untuk mengukur arus pada titik tertentu, serta Portable Automatic Weather Station (PAWS) untuk pengamatan parameter cuaca di lapangan.



