Selasa, Juli 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tambang Emas Sumalata di Masa Kolonial Belanda

redaksi
23 April 2024
Kategori : Berita
0
Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Salah satu peninggalan peralatan pengoperasian penambangan emas di masa pemerintah kolonial Belanda di di Sumalata. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Pada tanggal 26 September 1730, VOC mengikat perjanjian baru dengan penguasa Gorontalo dan Limboto. Isi perjanjian ini antara lain berkaitan dengan emas dapat dilihat sebagai berikut:

”Pasal 2. Gubernur VOC di Maluku berhak memerintahkan para penguasa Atinggola, Bolango dan Bone bahwa mereka harus menyelesaikan proyek bangunan kompeni menurut kebiasaan lama bersama-sama orang-orang Gorontalo dan Limboto, termasuk menyetorkan emas dan mengangkutnya ke pelabuhan Tomakalang. Jumlah emas yang disetorkan  sesuai jumlah kawula masing-masing penguasa.”

Pada tanggal 16 Juni 1831, raja Gorontalo menandatangani kesepakatan dengan pemerintah kolonial Belanda soal penyediaan tenaga  kerja dan setoran emas.

Sementara itu, orang-orang Tionghoa memborong lokasi penambangan emas di Sumalata bagi kepentingan Goud Exploitatie Soemalata Mijnbouw yang dimulai tahun 1888.

Tapi, penambangan ini menimbulkan pergolakan. Kerusuhan meledak tanggal 10 Maret 1899 dengan sasaran beberapa pekerja Tionghoa dan pos pasukan Belanda.

Perusahaan tambang emas di masa itu, antara lain, Mijnbouw-Maatschappij Soemalata berkedudukan di Amsterdam membuka perwakilan di Gorontalo tahun 1896.

Kepemilikan Mijnbouw-Maatschappij Soemalata  sebanyak 2.680 blok tambang, selanjutnya dikurangi 500 blok yang diserahkan pengelolaannya kepada Noord-Celebes Mijnbouw-Maatschappij.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: gorontalo utaraKecamatan Sumalatalaut sulawesiMasa Kolonial BelandaTambang Emas Tua
Bagikan6Tweet4KirimKirim
Previous Post

Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Next Post

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Postingan Terkait

Topan Noul Mendarat di Dekat Pinghai, Pantai Provinsi Guangdong

Ahli Meteorologi Kerahkan Kawanan Drone untuk Mengamati Lintasan Topan Noul di Cina Selatan

28 Juli 2026
Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin Mendukung Pembentukan Awan Hujan

28 Juli 2026

El Niño Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

Potensi Hujan Saat El Niño Menguat

Habitat Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Akan Diusulkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Riset Terbaru Temuan 18 Individu Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Sulawesi Utara

UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

Next Post
Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

TERBARU

Ahli Meteorologi Kerahkan Kawanan Drone untuk Mengamati Lintasan Topan Noul di Cina Selatan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin Mendukung Pembentukan Awan Hujan

El Niño Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

Potensi Hujan Saat El Niño Menguat

Habitat Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Akan Diusulkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

AmsiNews

REKOMENDASI

Besok UNG Menggelar Seminar Nasional Tentang Pemilu

Kekerasan Fisik, Asuransi dan Kesehatan Kerja di Kapal Perikanan Indonesia

Wabah Penyakit dan Harga Pakan Problem Utama Pengembangan Akuakultur

Dekan FIS UNG Resmi Buka Expo UMKM 2025, Dorong Mahasiswa Bangun Jiwa Wirausaha

11 Warga Meninggal Dunia Akibat Tanah Longsor di Tarakan

Repatriasi Awak Kapal Pesiar Indonesia di Jerman

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.