Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tanpa Mata Kail, Ini Keunikan Memancing Ikan Toli yang Sangat Gesit

redaksi
27 November 2019
Kategori : Berita
0
Tanpa Mata Kail, Ini Keunikan Memancing Ikan Toli yang Sangat Gesit

Ikan toli. FOTO: DARILAUT.ID

Ikan toli hidup dan biasa mencari makan di permukaan laut. saat melihat ikatan benang yang mirip ikan kecil itu bergerak-gerak, langsung dimangsa.

Haaappp…. Saat terasa ikan toli sudah memangsa umpan tersebut, tali nilon diulur sedikit. Kemudian ditarik perlahan.

Ikan toli meronta-ronta di permukaan laut. Bila ikatan benang sebagai umpan sudah masuk dalam moncong, sulit untuk melepas yang sudah terlilit di mulutnya.

Dalam satu jam, jumlah ikan yang bisa ditangkap lebih dari 5 ekor. Perahu yang digunakan untuk menangkap ikan toli harus terus bergerak perlahan. Ini dimaksudkan agar umpan berada di permukaan dan bergerak seperti ikan kecil.

Ikan toli termasuk jenis ikan permukaan yang sangat gesit. Ikan ini tidak mudah ditangkap dengan menggunakan jaring.

Di Sulawesi Utara, ikan toli disebut dengan nama lokal sako. Umumnya di Indonesia, ikan ini dengan sebutan cendro.

Keunikan lain di Sulawesi Utara, seperti di Bunaken dan Sangihe Talaud, umpan ikan sako menggunakan sarang laba-laba.

Di musim barat, jenis ikan sako ini banyak muncul di perairan sekitar Pulau Bunaken. Ikan ini menyukai tempat yang berarus cukup kuat. Makanya, nelayan akan berada di antara arus yang cukup kuat saat memancing ikan ini.

Nelayan di Bunaken, Selat Bangka dan Sangihe, menangkap ikan ini dengan alat bantu layang-layang. Penangkapan ikan dengan layang-layang tidak merusak karang. Sebab, nelayan jauh dari daerah terumbu karang.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: gorontaloPerikanan Tangkapteluk tomini
Bagikan20Tweet7KirimKirim
Previous Post

Perikanan dan Pariwisata Berkelanjutan di Perairan Bali

Next Post

KKP Tertibkan Rumpon dan Kapal Ikan Ilegal Filipina

Postingan Terkait

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

21 April 2026
Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Next Post
KKP Tertibkan Rumpon dan Kapal Ikan Ilegal Filipina

KKP Tertibkan Rumpon dan Kapal Ikan Ilegal Filipina

Komentar tentang post

TERBARU

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Calvin Melewati Selatan Kepulauan Hawaii

Likuefaksi Versi Sawerigading di Sulawesi Tengah

Kepala BNPB Ingatkan Banjir dan Longsor di Manado Kejadian Berulang

Membekali Penambang mengakhiri Penggunaan Merkuri

Bibit Siklon Tropis 97W Terletak di Laut Filipina

Konferensi PBB: Berhenti Memperlakukan Tanah Seperti Kotoran

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.