SUATU hari, Saverigadi ingin makan burung tonji mangge bodo (burung merpati). Tujuh ekor burung kesukaannya disembelih.
Ternyata di dapur, minyak goreng sudah habis. Saverigadi menyuruh anaknya La Galigo mencari minyak.
La galigo memperoleg minyak goreng. Tiba-tiba, minyak gorang tumpah dan meresap ke dalam tanah.
La Galigo tiba di rumah. Saverigadi bertanya tentang minyak goreng itu. La Galigo menceritakan minyak yang tumpah dan meresap di tanah.
Mendengar jawaban anaknya, Saverigadi mengambil tempat minyak goreng. Kemudian bergegas menuju tempat kejadian bersama anaknya.
Setelah melihat tempat minyak yang tumpah, Saverigadi mengambil tanah ditempat minyak goreng tumpah. Saverigadi memeras tanah itu, sembari memarahi anaknya.
Mendengar Saverigadi marah, tanah pun bertanya kepada Saidina Ali Muhammad (Saverigadi).
“Hai Ali tidakkah engkau tahu bahwa engkau berasal dari tanah?”
Ali Muhammad menjawab: “Saya tidak tahu dan kenapa engkau menghalangi kehendakku. Minyak ini saya butuhkan sekarang.”
Tanah menjawab: “Baiklah Ali, tapi tandailah perkataanku bahwa engkau pasti kembali ke tanah, setelah engkau meninggal nanti, dan akupun akan menelanmu.”
Ali Muhammad menjawab dengan sombongnya: “Apa katamu? Tidak. Tidak bisa karena saya bukanlah manusia yang berasal dari tanah.”





Komentar tentang post