Benih ikan diperoleh di lima sungai, yaitu di muara Bone-Bolango, Paguyaman, Bilungala, Tombulilato, dan Taludaa.
Sampel yang digunakan diperoleh dari hasil tangkapan harian nelayan di lima muara selama periode Februari hingga September 2022.
Sampel tersebut dikategorikan berdasarkan kemiripan morfologi dan pola melanofor spesifiknya, kata Femy.

Menurut Femy, kelompok berbeda dengan pola melanofor berbeda dari yang dilaporkan sebelumnya diidentifikasi sebagai spesies yang baru direkam, kemudian didokumentasikan melalui foto, dan dideskripsikan berdasarkan morfologinya.
Selanjutnya, dua spesimen dari masing-masing spesies yang baru tercatat menjalani identifikasi molekuler menggunakan gen sitokrom oksidase subunit 1 (COI) untuk amplifikasi DNA dan dianalisis melalui metode Basic Local Alignment Search Tool (BLAST).
Pohon filogenetik dibangun menggunakan Maximum Likelihood Method. Hasil penelitian menunjukkan adanya spesies benih non goby yang ditangkap bersama dengan kawanan benih goby tersebut.
Spesies tersebut, Anguilla celebesensis, Moringua microchir, dan Microphis leiaspis. Dua spesies, Anguilla celebesensis, Moringua microchir dikenal dengan sebutan ikan sidat atau dengan nama lokal sogili (otili).
Sidat termasuk famili Anguillidae merupakan ikan katadromus. Katadromus yaitu ikan yang hidup di perairan tawar (sungai/ danau), kemudian bermigrasi ke laut di Teluk Tomini untuk melakukan pemijahan.




