Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 tahun 2025, ikan Raja Laut termasuk jenis ikan yang dilindungi.
Raja Laut (Latimeria menadoensis) memiliki bentuk yang khas dan mudah dibedakan. Bentuk sisik ikan ini berbeda secara signifikan di beberapa bagian tubuh. Ukuran sisik juga berbeda di setiap bagian tubuh.
Terdapat kecenderungan penurunan ukuran sisik dari tubuh bagian depan ke tubuh bagian belakang.
Melanofor banyak terkonsentrasi pada bagian atas tubuh daripada bagian perut. Sirip lobus punggung, daerah dubur dan sirip lobus anus memiliki berbagai bentuk, walaupun pada bagian tubuh yang sama.

Temuan di Pulau Siladen
Pagi itu, Jumat (26/6), lepas pukul 09.30 Wita, perairan di Pulau Siladen tampak tenang. Soni Pontoh, nelayan Pulau Siladen seperti biasanya melaut untuk menangkap ikan.
Soni melihat ikan yang mengapung di pernukaan laut. Ia bergegas ke pantai di Pulau Siladen dan mengabarkan ikan tersebut kepada Jimbris Kampong, salah satu karyawan Resort Siladen.
Mereka ke lokasi ikan Raja Laut yang mengambang. Jimbris langsung mengenali itu ikan Raja Laut.
Pengambilan gambar dilakukan di perairan, kemudian fosil hidup ini dibawa ke pinggir pantai di Pulau Siladen. Video temuan ikan Raja Laut dibagikan di grup internal Instruktur Scuba Schools International (SSI) chapter Sulawesi, sekira pukul 10.10 Wita.



