Darilaut – Lebih dari 80 rumah hilang dan rusak berat akibat gerakan tanah dan banjir bandang di Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, merekomendasikan untuk merelokasi rumah-rumah yang rusak berat ke tempat yang lebih aman.
Sebanyak 200 rumah dan lima unit jembatan mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang menerjang Pulau Siau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 89 unit rumah rusak ringan, dan 29 unit rumah rusak sedang.
Selain itu, satu Kantor Polres Sitaro terdampak, serta satu kios, satu bengkel, dan satu toko dilaporkan hilang.
Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan, lima unit jembatan rusak termasuk jembatan penghubung Kampung Bumbiha yang terputus serta beberapa ruas jalan penghubung antarwilayah.
Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan menghindari terjadinya longsor susulan yang lebih besar dan jatuhnya korban jiwa, Pusat Vulkanologi menyarankan untuk melakukan pemantauan perkembangan aliran bahan rombakan dan keairan pada jalur aliran bahan rombakan hingga hulu untuk mengetahui kondisi terkini khususnya pada area hulu/ sumber aliran bahan rombakan.




