Darilaut – Infeksi demam berdarah dengue (DBD) tidak hanya berdampak pada penurunan trombosit, akan tetapi dapat memicu gangguan irama jantung yang menyerupai serangan jantung.
Peneliti Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Muchtar Nora Ismail Siregar dan Jasmine Ibtisamah Alkatiri dari Rumah Sakit Umum Aloei Saboe, Kota Gorontalo, telah memublikasikan temuan ini di International Journal of Cardiovascular Sciences tahun 2025.
Studi tersebut mengulas kasus seorang perempuan berusia 50 tahun di Gorontalo yang dirawat akibat dengue. Pasien datang dengan keluhan demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, dan kelelahan.
Pasien kesulitan berjalan karena nyeri sendi, tetapi menyangkal adanya gejala terkait jantung yang signifikan, seperti nyeri dada atau palpitasi. Riwayat medis, keluarga, dan perjalanannya tidak menunjukkan hal yang luar biasa.
Saat masuk, pasien sadar dan berorientasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 75 denyut per menit, laju pernapasan 20 napas per menit, dan suhu ketiak 38,9 °C.
Aspek pemeriksaan fisik lainnya berada dalam batas normal. Temuan laboratorium awal menunjukkan jumlah leukosit 3,21 × 10³/L, jumlah trombosit 117 × 10³/μL, kadar natrium 130 mmol/L, kadar kalium 3,5 mmol/L, dan IgM anti-Dengue positif.




