Pada hari ketujuh perawatan, hasil EKG pasien kembali normal tanpa ditemukan kerusakan jantung.
Pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi dan enzim jantung juga menunjukkan hasil normal, menandakan tidak terjadi serangan jantung maupun kerusakan permanen pada jantung.
Studi menyimpulkan kasus ini menyoroti satu fenomena menarik yang terkait dengan LBBB pada Dengue Fever (DF), yaitu CM TWI (T wave inversions) atau Inversi gelombang T, di mana gelombang T ’remembers’ arah kompleks QRS selama aktivasi ventrikel abnormal sebelumnya.
Karena kemiripannya dengan TWI yang disebabkan oleh iskemia miokard, pemahaman tentang fenomena ini dapat mencegah intervensi yang tidak perlu.
Peneliti menjelaskan bahwa gangguan irama jantung pada pasien dengue memang jarang terjadi, tetapi perlu diwaspadai. Perubahan EKG akibat dengue dapat menyerupai kondisi gawat darurat jantung, sehingga berisiko menimbulkan salah diagnosis dan tindakan medis yang tidak perlu jika tidak dikenali dengan baik.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dengue merupakan penyakit sistemik yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, termasuk jantung. Para peneliti mendorong tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan jantung secara cermat pada pasien dengue, terutama jika ditemukan perubahan pada hasil EKG. (VM)




