Tiga Bibit Siklon Tropis Dekat Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin kencang

Tiga bibit siklon tropis di dekat wilayah Indonesia, Selasa (29/3). GAMBAR: ZOOM EARTH

Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dengan adanya tiga bibit siklon tropis yang berada di dekat wilayah Indonesia.

Kondisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik.

Peringatan dini ini dikeluarkan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Selasa (29/3) pukul 12:30 WIB di laman web.meteo.bmkg.go.id.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi, Bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Laut Cina Selatan sebelah barat daya Filipina dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1009mb.

Pergerakan sistem ini ke arah barat. Potensi dalam 24 jam ke depan untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam kategori rendah.

Bibit Siklon Tropis 96S terpantau berada di Samudra Hindia Selatan Banten, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1007,3 mb.

Pergerakan sistem ini cenderung ke arah tenggara. Potensi dalam 24 jam ke depan untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam kategori rendah.

Bibit siklon tropis 96S ini menginduksi kecepatan angin >25 knot (low level jet) di sekitar perairan barat Lampung hingga selatan Jawa Tengah yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut wilayah perairan tersebut.

Bibit Siklon Tropis 97P terpantau di sekitar Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang di Laut Banda, Maluku bagian tenggara hingga Papua bagian selatan.

Sementara Sirkulasi Siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten. Daerah pertemuan/perlambatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, di Sulawesi bagian tengah.

Kemudian, dari Sulawesi Tenggara hingga Laut Banda bagian barat, dari Jawa Tengah bagian selatan hingga Jawa Timur, di Nusa Tenggara, dari Maluku Utara hingga Maluku dan di Papua bagian tengah.

Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Maluku bagian tenggara, di Laut Banda dan di Papua bagian selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi (konfluensi) tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang Selasa 29 Maret:

Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang: Bali dan Maluku Utara.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, Rabu 30 Maret:

Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang: Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, Kamis 31 Maret:

Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang: DKI Jakarta, Bali, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.

Exit mobile version