Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Paus Sperma (Physeter macrocephalus) di Teluk Manado, Sulawesi Utara, pada akhir Mei 2026. POTONGAN VIDEO: MARIO MATHEOS/FACEBOOK

Darilaut – Tiga Paus Sperma (Physeter macrocephalus) terlihat di dekat Pantai Manado, Sulawesi Utara, pada akhir Mei 2026.

Paus sperma yang berada di Teluk Manado itu terekam melalui video dengan pemandangan latar belakang Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Molas dan Tongkaina di pesisir Manado.

Dalam video yang diunggah akun Mario Matheos di Facebook dengan durasi 1 menit 39 detik, tampak tiga paus sperma ini seperti sedang berjemur.

Salah satu paus sperma berada di dekat kapal cepat (speedboat) dengan sejumlah pemandu dan wisatawan. Terlihat sirip punggung berbentuk segi tiga kecil.

Dua paus sperma lainnya tak jauh dari kapal cepat, salah satunya memperlihatkan bagian kepala.

Tiga paus sperma (Physeter macrocephalus) di Teluk Manado, Sulawesi Utara, pada akhir Mei 2026. POTONGAN VIDEO: MARIO MATHEOS/FACEBOOK

Koridor Migrasi Paus

Ketua Umum Ikatan Sarjana Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (ISKU) Christovel R. S. Rotinsulu mengatakan bahwa sejak 1990-an laporan kemunculan cetacea di Teluk Manado maupun belakang Pulau Manado Tua.

”Saya sudah pernah mengantar peneliti dari Jerman utk melakukan visual survey whale watching ini di perairan teluk Manado hingga ke belakang Manado Tua,” ujarnya.

Saat penelitian tersebut, ditemukan sejumlah individu paus di lokasi bagian luar Teluk Manado hingga perairan belakang Manado Tua.

Peneliti Jerman menjelaskan bahwa perairan Laut Sulawesi adalah koridor (corridor) migrasi paus. Di bebrapa lokasi di luar negeri potensi ini sudah dimanfaatkan sebagai objek wisata “Whale Watching”.

Potensi ini juga dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah atau pelaku wisata lokal untuk dijadikan objek wisata.

Untuk menjamin keamanan dan keselamatan biota ini serta pengamat ”perlu adanya protokol yang ketat atau code of conduct” bagaimana dengan ramah ”mengamati paus dari jarak yang aman,” kata Christovel.

Dalam Daftar Merah status konservasi Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam, paus sperma adalah Rentan (Vulnerable/VU). Artinya, spesies ini menghadapi risiko kepunahan di alam liar akibat berbagai ancaman lingkungan.

Paus Sperma (Physeter macrocephalus) di Teluk Manado, dengan latar berlakang Pulau Manado Tua dan Pulau Bunaken, Sulawesi Utara, pada akhir Mei 2026. POTONGAN VIDEO: MARIO MATHEOS/FACEBOOK

Distribusi Paus Sperma

Peneliti mamalia laut, Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sekar Mira, menjelaskan bahwa distribusi sebaran paus sperma di Indonesia melingkupi perairan Sumatera, Bali, Kalimantan Timur, Jawa, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Timor, dan Sulawesi.

Belun lama ini, Eksplorasi Laut BRIN bersama OceanX di laut utara Sulawesi Utara menemukan 14 spesies megafauna.

Sekar Mira mengatakan riset ini menemukan jenis-jenis mamalia laut melalui pantauan udara menggunakan helikopter kapal, seperti paus sperma (sperm whales) dan paus berparuh (beaked whales). Tim juga menjumpai spesies paus Indopacetus pacificus.

Tim juga memetakan gunung bawah laut Sulawesi Utara untuk penelitian laut melalui “OCEANX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 – Mission Leg 2”. (VM)

Exit mobile version