Tiga Topan Menghantam Filipina di Bulan September, 27 Orang Tewas

Siklon Tropis Bualoi (Opong) yang dahsyat meninggalkan kerusakan luas di sepanjang jalurnya, dengan rumah-rumah hancur, atap beterbangan, dan pohon-pohon tumbang di Batuan, Masbate pada hari Jumat (26 September 2025). FOTO: PNA

Darilaut – Tiga topan (typhoon) secara berturut menghantam Filipina sejak pertengahan September. Topan Mirasol (nama internasional Mitag), Nando (Ragasa), dan Opong (Bualoi) berdampak pada 906.794 keluarga atau setara dengan 3.402.391 orang.

Tercatat 27 orang meninggal dunia, 16 orang hilang dan 33 orang terluka.

Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) pada hari Senin (29/9) mengatakan keluarga-keluarga ini setara dengan 3.402.391 orang yang tinggal di 8.087 desa/ kelurahan di 16 wilayah di seluruh negeri.

Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, hingga saat ini, 30.265 keluarga telah mengungsi sementara di 1.607 pusat evakuasi, sementara 84.240 keluarga lainnya telah mendapatkan bantuan di luar pusat evakuasi.

Sementara itu, jumlah kematian yang dilaporkan mencapai 27, dengan hanya empat yang tervalidasi — semuanya dari Wilayah Administratif Cordillera.

Sebanyak 23 kematian lainnya yang masih dalam validasi adalah sembilan dari Bicol; delapan dari Lembah Cagayan; masing-masing dua dari Luzon Tengah dan Visayas Tengah, dan masing-masing satu dari Visayas Timur dan Mimaropa.

Sebanyak 33 orang terluka — 14 di antaranya terkonfirmasi, sementara 16 orang hilang.

Sekitar 16.911 rumah rusak, dengan 14.311 di antaranya diklasifikasikan sebagai “rusak sebagian” dan 2.600 sebagai “rusak total”.

Sementara itu, kerusakan pada pertanian dan infrastruktur diperkirakan masing-masing mencapai PHP (Peso Filipina) 1,01 miliar dan PHP 979,6 juta.

Pencarian Orang Hilang

Letjen Jose Melencio Nartatez, Jr., penjabat kepala Kepolisian Nasional Filipina (PNP) pada hari Selasa memerintahkan pasukan polisi setempat untuk berkoordinasi dengan lembaga-lembaga dalam misi pencarian dan penyelamatan untuk setidaknya 16 orang yang hilang di tengah gangguan cuaca baru-baru ini.

Personel Kepolisian Nasional Filipina membantu operasi pembersihan jalan di kota Pola dan Socorro, Oriental Mindoro pada 27 September 2025. FOTO: PNP VIA PNA

“Saya telah memerintahkan pasukan teritorial kami untuk membantu operasi untuk menemukan mereka yang ada dalam daftar hilang,” ujar Nartatez seperti dikutip dari PNA.

Berdasarkan laporan situasional terbaru dari Dewan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC), 12 orang hilang berada di Visayas Timur, dua di Mindoro Timur, dan masing-masing satu di Wilayah Bicol dan Visayas Barat.

Sementara itu, Nartatez mengatakan Kepolisian Nasional (PNP) tetap berkoordinasi penuh dengan NDRRMC dan satuan-satuan pemerintah daerah terkait respons pascabencana di Masbate, provinsi-provinsi Mindoro, dan wilayah-wilayah lain yang terdampak parah oleh Opong.

Exit mobile version