Keberhasilan tersebut memiliki makna lebih luas karena mahasiswa tidak hanya membawa nama Universitas Negeri Gorontalo, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Gorontalo, khususnya Karawo, kepada masyarakat internasional, kata Prof. Nonny.
Menurut Prof. Nonny, yang lebih membanggakan adalah ketika mahasiswa mampu mengangkat potensi lokal menjadi sebuah gagasan yang memiliki nilai dan relevansi global.
“Karawo merupakan kekayaan budaya Gorontalo yang sangat potensial untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada dunia melalui kreativitas dan inovasi generasi muda,” ujarnya.
Prof. Nonny juga menilai keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi internasional bagian penting dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi global.
Medali Perak
Sementara itu, Moh. Akbar Ibrahim, mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG berhasil meraih Juara II atau Silver Medal (medali perak) dalam ajang 3rd International Student Competition yang diselenggarakan di Chiang Mai University, Thailand.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UNG, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Jurusan Akuntansi.




