Tim Medis Indonesia Tiba di Pakistan, Bantu Layanan Kesehatan di Pos Pengungsian

Staf Konsulat Jenderal RI dan warga setempat membantu mendirikan tenda di tent city, Distrik Malir, Provinsi Sindh. FOTO: BNPB

Darilaut – Pemerintah Indonesia mengirimkan tim medis dan tambahan logistik kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat banjir di Pakistan.

Pesawat Garuda Indonesia GA 7540 mendarat di Bandar Udara Internasional Jinnah dengan membawa Tim Medis Indonesia dan bantuan logistik, termasuk paket obat-obatan, dengan total berat 32 ton.

Tiba di Karachi, Pakistan, tim disambut Konsul Jenderal RI Karachi, Dr. June Kuncoro Hadiningrat, perwakilan Kedutaan Besar RI (KBRI) Islamabad, tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Jumat (7/10).

Tim medis Indonesia juga disambut oleh Menteri Departemen Kesejahteraan Sosial Provinsi Sindh, Muhammad Sajid Jokhio, dan perwakilan National Disaster Management Authority (NDMA) Pakistan.

Tim sebanyak 29 personel dengan kompetensi berbeda siap untuk membantu pelayanan kesehatan warga Pakistan yang berada di pos-pos pengungsian.

Ketua delegasi RI Zahermann Muabezi memimpin para personel yang berasal dari Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Universitas Andalas dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

“Suatu tugas mulia untuk kita dapat membantu warga Pakistan terdampak banjir dan masih berada di pos pengungsian,” ujar Zahermann yang juga menjabat Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB.

Zaherman menambahkan tugas kemanusiaan yang dilakukan Tim Medis Indonesia ini telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan.

Di samping itu, tim aju BNPB yang dibantu oleh KBRI dan KJRI secara kontinyu berkoordinasi dengan otoritas kesehatan di tingkat Provinsi Sindh maupun Distrik Malir dan Mirpur-khas.

Kedua distrik yang berada di Sindh ini akan menjadi tempat untuk para personel medis memberikan pelayanan kesehatan. Mereka akan menetap pada pos pengungsian maupun bergerak mengunjungi titik-titik pos pengungsian.

Sebelumnya, pada Kamis (6/10), Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto melepas tim medis di Graha BNPB, Jakarta.

Suharyanto menyampaikan terima kasih kepada para tenaga medis dari berbagai institusi, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Univeristas Andalas dan MDMC untuk mulai tugas kemanusiaan di Pakistan.

Tim tersebut terdiri atas personel gabungan yaitu Kementerian Kesehatan 4 personel, TNI 10, Polri 6, Universitas Andalas 2 dan MDMC 7. Para tenaga medis ini memiliki kompetensi berbeda, seperti dokter spesialis, perawat, bidan dan apoteker.

Dirikan Tenda

Pada Sabtu (1/10) BNPB mendirikan tenda yang akan digunakan sebagai ruang publik. Tenda tersebut berada di tent city atau pos pengungsian, Distrik Bin Qasim, Provinsi Sindh, Pakistan. Beberapa warga penyintas membantu pendirian tenda tersebut.

Titik pendirian tenda telah direkomendasikan oleh otoritas pemerintah daerah setempat. Tenda multi fungsi yang dapat digunakan sebagai fasilitas publik pada pos pengungsian, seperti untuk pelayanan kesehatan, sekolah darurat, aktivitas psikososial atau tempat ibadah.

Saat pendirian tenda, beberapa warga antusias turut membantu personel BNPB. Tim Aju BNPB mengalokasi tiga tenda yang berukuran 6 x 12 meter untuk difungsikan sebagai tenda multifungsi.

Sebelas personel Tim Aju BNPB yang dibantu staf Konsulat Jenderal RI dan penyintas akhirnya dapat mendirikan tenda meskipun dengan penerangan lampu yang terbatas.

Exit mobile version