Darilaut – Setelah tiba di Aceh tim relawan medis Universitas Negeri Gorontalo (UNG) langsung mendukung posko layanan kesehatan pascabencana di Aceh.
Ketua Tim Medis UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yunus mengatakan tim relawan melakukan koordinasi dengan seluruh tim terkait, dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dengan memberikan layanan serta penyuluhan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tim UNG, menurut Zuhriana, fokus pada layanan kesehatan dasar khususnya ibu dan anak maupun screening Kesehatan. Selain itu, memberikan penyuluhan kesehatan masyarakat, meliputi penyuluhan kesehatan pasca bencana, hidup bersih dan sehat, serta perawatan luka dan penyakit.
Sebelumnya, pada Rabu (17/12) tim relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UNG menyalurkan bantuan logistik untuk para korban terdampak banjir. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala (USK) yang diwakili oleh Dr. dr. Rachmad.
Bantuan logistik yang diserahkan meliputi peralatan medis dan kesehatan berupa alat-alat kesehatan dan berbagai jenis obat-obatan, kebutuhan bayi dan balita berupa susu dan makanan bayi khusus untuk menjaga nutrisi anak-anak, sandang dan pangan berupa pakaian layak pakai dan berbagai kebutuhan pangan pokok, serta lampu darurat dan power bank, mengingat akses listrik yang sering kali terganggu di lokasi bencana.
Kehadiran tim relawan UNG di Aceh merupakan implementasi nyata program kampus berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yang menegaskan peran perguruan tinggi untuk hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Layanan Kesehatan
Kemdiktisaintek turut mendukung posko layanan kesehatan melalui Program PKM Pengiriman tenaga Kesehatan dan penguatan layanan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Program ini memperkuat personel dengan:
• 692 tenaga medis, terdiri dari 344 tenaga medis profesional dan 348 mahasiswa kedokteran/PPDS-residen/koas;
• 247 tenaga kesehatan (perawat, bidan, apoteker, psikolog, ahli gizi, paramedis, tenaga kesehatan masyarakat);
• 165 relawan pendukung. Penugasan dilakukan per termin dua minggu sesuai rekomendasi BNPB.
Kemdiktisaintek mencatat sebanyak 64 perguruan tinggi terkena dampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan berdasarkan data sementara, tercatat 64 perguruan tinggi terdampak, terdiri atas 35 perguruan tinggi di Aceh, 14 di Sumatra Utara, dan 15 di Sumatra Barat.
Proses pendataan masih terus dilakukan untuk memperbarui kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Keberlanjutan Studi
Kemdiktisaintek sedang menyiapkan pembebasan biaya pendidikan bagi mahasiswa terkena dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Untuk keberlanjutan studi, Kemdiktisaintek tengah berkoordinasi dengan perguruan tinggi serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyiapkan pembebasan biaya pendidikan selama satu semester hingga satu tahun, bergantung pada tingkat dampak yang dialami mahasiswa.
Kemdiktisaintek juga mengkaji bantuan biaya hidup bagi mahasiswa terdampak dengan mengacu pada standar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah situasi darurat sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai penyangga pemulihan sosial.
Kemdiktisaintek berkomitmen melanjutkan pendataan, memperkuat koordinasi dengan perguruan tinggi serta kementerian/lembaga terkait, dan memastikan kebijakan pendidikan tinggi hadir sebagai bagian dari solusi pemulihan masyarakat terdampak bencana.
