Darilaut – Sebanyak 1.016 orang korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar), sedangkan korban hilang 212 orang.
Banjir dan longsor terjadi karena badai siklon (cyclonic storm) atau siklon tropis Senyar mendarat dan menghantam Sumatra bagian utara pada (26/11) lalu.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) operasi pencarian korban masih dilakukan petugas gabungan.
Hingga Minggu (14/12) Pos Pendamping Nasional atau Pospenas yang dipimpin oleh BNPB mencatat korban meninggal di Provinsi Aceh dengan jumlah 424 jiwa, Sumut 349 jiwa dan Sumbar 243 jiwa.
Dalam seminggu terakhir korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, dengan rincian Provinsi Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa dan Sumatra Barat 14 jiwa.
Total jumlah korban hilang mencapai 212 jiwa dengan rincian di wilayah Aceh 32 jiwa, Sumatra Utara 90 jiwa dan Sumatra Barat 90 jiwa.
Terkait pencatatan korban hilang, ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya tidak ditemukan, kemudian dikonfirmasi.
Operasi pencarian di bawah Basarnas fokus di beberapa sektor di setiap wilayah. Provinsi Aceh, pencarian masih berlangsung di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen.




