Namun jika waktu pelayanan menjadi 7 hari, maka dalam satu hari hanya dibutuhkan 2 truk kontainer saja. Hal ini akan membuat jalanan dari dan menuju pelabuhan menjadi tidak terlalu padat, sehingga efek positifnya dapat mengurangi jumlah kemacetan.
“Jadi jalannya lengang, truknya produktif yang di pelabuhan juga enak mengaturnya. Dengan lengang itu maka kecenderungan untuk melakukan kegiatan ekspor khususnya itu bertambah. Pasti bertambah,” ujarnya.
Menurut Menhub, kemudahan itu equivalen dengan pertambahan jumlah. Kalau semua lancar, otomatis yang melakukan ekspor menjadi lebih banyak.
Selanjutnya, yang juga menjadi pusat perhatian Menhub adalah empty container (kontainer kosong) dalam impor barang. Banyak kontainer setelah melakukan proses impor barang, truk-truk kontainer tersebut berjalan dalam keadaan tanpa muatan atau kosong.
Karena itu, akan dikoordinasikan lebih lanjut agar truk-truk tersebut tidak berjalan dalam keadaan kosong.
“Truk banyak yang berjalan kosong. Setelah impor, dia kosong, dia dibawa ke Cikarang ke sini (Tanjung Priok) kosong. Kita akan minta kepada cargo owner, atau shipping line untuk menyiapkan supaya jangan ada truk yang kosong. Jadi kita upayakan itu dalam keadaan terisi,” kata Budi.*





Komentar tentang post