Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik.
Di Kalimantan Selatan hingga Jumat Jumat (21/8), terdeteksi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sembilan wilayah, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.
Berdasarkan pemantauan tim Direktorat Penanganan Darurat Wilayah III Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdeteksi 53 titik api (FS) dengan estimasi luasan lahan terbakar sekitar 595 hektare.
Wilayah dengan estimasi luasan terbesar berada di Kabupaten Banjar sekitar 174 hektare, Kabupaten Tanah Laut 107 hektare, Kabupaten Barito Kuala 96 hektare, dan Kabupaten Tapin 85 hektare.
Kebakaran di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terjadi pada Kamis (20/8) pukul 17.30 WIB di Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.
BPBD Kabupaten Lombok Timur melakukan pemadaman darat menggunakan selang air yang dilanjutkan dengan proses pendinginan lahan. Api telah berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan terkendali.




