Kemudian, kata Budi, OMC di Kabupaten Berau mulai dilaksanakan pada 24–28 Agustus untuk mengatasi titik panas berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah tambahan untuk mengendalikan ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Agustus 2026.
Saat ini, terpantau sekitar 200 titik api di Kaltim. Seiring dengan pelaksanaan OMC, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah kabupaten/kota, hingga Masyarakat Peduli Api terus dikerahkan untuk menanggulangi titik api yang muncul.
Status penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kaltim masih berada pada level Siaga Bencana, belum meningkat menjadi Siaga Darurat. Namun demikian, Seno mengingatkan masing-masing daerah untuk mewaspadai kerawanan dan kondisi kebencanaan di wilayahnya sehingga dapat segera mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB apabila telah memenuhi kriteria siaga darurat.
Di sisi lain, BMKG bersama stakeholder telah mendirikan posko OMC di beberapa titik untuk mendukung ketahanan air, pangan, dan keselamatan. Posko Pekanbaru, Riau telah menerbangkan 26 sorti bahan semai untuk penanganan karhutla pada 30 Juli–29 Agustus.



