Darilaut – Topan super (super typhoon) Man-yi dengan nama Filipina “Pepito” akan mendarat Sabtu (17/11) sore ini. Topan dahsyat yang mengancam jiwa dan berbahaya tersebut diperkirakan mendarat di Aurora, Luzon, Filipina.
Pusat (mata) Topan Super Pepito diperkirakan di perairan pesisir Baler, Aurora, kata PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina).
Dalam buletin informasi yang dikeluarkan Sabtu pukul 14.00, Man-yi masih bergerak ke barat laut dengan kecepatan 20 km per jam.
Kekuatan angin berkelanjutan maksimum dapat mencapai 185 km per jam di dekat pusat dan hembusan hingga 230 km per jam.
Topan ini mengemas angin kencang, hujan lebat, gelombang badai, dan gelombang tinggi.
Menurut PAGASA situasi yang berpotensi mengancam jiwa dan berbahaya hadir di atas Auror karena topan super ini mempertahankan kekuatannya menjelang pendaratan.
Risiko tinggi gelombang badai yang mengancam jiwa dengan ketinggian puncak gelombang melebihi 3 meter dalam 48 jam ke depan. Kondisi ini berada di wilayah dataran rendah atau terbuka di Ilocos (pantai barat), Isabela, Luzon Tengah, Metro Manila, CALABARZON, Marinduque, dan Wilayah Bicol.
Sementara sinyal angin kencang nomor 5 dikibarkan di bagian tengah Aurora (Dipaculao, Baler, Dinalungan, Maria Aurora, Casiguran, San Luis), bagian selatan Quirino (Nagtipunan), dan bagian selatan Nueva Vizcaya (Alfonso Castaneda).
PAGASA mengatakan sistem ini diperkirakan akan melintasi bagian utara Luzon Tengah dan bagian selatan Luzon Utara melalui daerah dataran tinggi Sierra Madre, Caraballo, dan Cordillera Central antara sore dan malam ini.
Selain yang berada dalam jalur lintasan, PAGASA mengingatkan bahwa curah hujan lebat, angin kencang, dan gelombang badai masih dapat dialami di daerah di luar titik pendaratan.
Selama enam jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Man-yi terletak 209 km timur-timur laut Manila, Filipina, dan telah melacak ke barat laut dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,2 meter (40 feet).
Dalam waktu sekitar 12 jam, sistem tersebut akan melintasi Luzon, selanjutnya menuju Laut Cina Selatan.
JTWC memperkirakan Man-yi akan mempertahankan intensitas hingga mendarat dan melemah saat melintasi Luzon.
Saat sistem melintasi Laut Cina Selatan, lingkungan kurang menguntungkan karena meningkatnya geser angin dan udara dingin dan kering dari gelombang dingin.
Badan Meteorogi Jepang (JMA) mengatakan Man-yi pada Sabtu sore dengan intensitas topan yang sangat kuat.
Tekanan udara pada pusatnya 935 hPa (hektopaskal). Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 130 km (70 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 280 km (150 NM), kata JMA.
Sebelumnya, Topan Super Man-yi telah mendarat di sekitar Panganiban, Catanduanes, pada Sabtu (16/11) malam, pukul 21.40.
Ketika mendarat Man-yi mempertahankan kekuatan sebagai topan super yang membawa angin kencang, gelombang badai, gelombang tinggi, dan hujan lebat.
