Sistem ini membawa angin kencang dengan kecepatan hingga 20 dan 18 meter per detik di dekat pusat.
Haikui diperkirakan akan bergerak ke arah barat dengan kecepatan 10 hingga 15 km per jam dan secara bertahap melemah, menurut observatorium meteorologi Guangdong.
Sebelumnya, pada Minggu (3/5) sore topan ini menghantam Pulau Taiwan. Melansir Focustaiwan.tw, kerugian pertanian akibat Topan Haikui diperkirakan mencapai NT$258 juta (New Taiwan Dollar) atau US$8,09 juta.
Kabupaten Taitung, tempat badai menghantam pada Minggu sore, adalah daerah yang paling terkena dampaknya, hingga saat ini menimbulkan kerugian sebesar NT$210 juta, atau sekitar 81 persen dari total kerusakan yang terjadi di Taiwan, kata kementerian Kementerian Pertanian Taiwan (MOA).
Kabupaten Hualien melaporkan kerugian sebesar NT$24 juta (10 persen dari total), sementara Kabupaten Pingtung dan Kaohsiung melaporkan kerugian masing-masing sebesar NT$13 juta (5 persen) dan NT$8,5 juta (3 persen).
Kementerian mengatakan para petani yang menanam srikaya, pisang, buah jeruk, bunga lili limau, dan pepaya mengalami kerusakan paling parah akibat topan tersebut.
Kementerian Pertanian biasanya merilis data kerugian pertanian secara bergilir, yang berarti bahwa angka tersebut kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.





Komentar tentang post