Darilaut – Topan Hinnamnor (nama Filipina Henry) pada Sabtu (3/9) pagi ini bergerak perlahan ke utara barat laut. Hinnamnor akan melewati Kepulauan Ryukyu, Jepang, dan timur laut Taiwan.
Sejumlah sekolah yang berada di empat distrik di New Taipei City, diliburkan karena kemungkinan curah hujan hingga 700mm di Taiwan utara.
Dalam buletin PAGASA Filipina yang dikeluarkan Sabtu pukul 05.00 pagi, topan Henry sekarang bergerak perlahan ke utara melalui timur laut Taiwan. Henry akan terus berakselerasi secara bertahap ke utara sepanjang akhir pekan sebelum berbelok ke utara timur laut pada hari Senin (5/9).
Prakiraan trek, topan mungkin sangat dekat atau mendarat di pulau-pulau selatan Kepulauan Ryukyu Sabtu malam ini.
Topan Henry akan keluar dari Area Tanggung Jawab Filipina (PAR) malam ini atau Minggu (4/9) dini hari.
“Angin berkelanjutan maksimum 150 km per jam di dekat pusat dan hembusan angin hingga 185 km per jam,” tulis PAGASA Filipina.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) Sabtu pukul 08.00 menjelaskan kondisi aktual topan Hinnamnor dengan kekuatan angin topan yang sangat kuat.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Selasa (6/9). Arah perjalanan topan bergerak lambat ke utara barat laut.
Mengutip Taipeitimes.com Sabtu, otoritas setempat di Taiwan utara melaporkan kerusakan properti akibat angin dan hujan di beberapa tempat. Tidak ada korban luka karena peristiwa ini.
Penutupan sekolah diumumkan hari ini untuk distrik Pingsi, Rueifang, Shuangsi dan Gongliao di New Taipei City.
Di ibu kota, Taipei Rapid Transit Corp mengaktifkan tindakan pencegahan dan respons topan untuk sistem kereta api metropolitan.
Berdasarkan tindakan tersebut, ketika hembusan angin mencapai level 10 (sekitar 96kph) atau kecepatan angin rata-rata dalam periode 10 menit mencapai level 7 (sekitar 56kph), layanan di sepanjang jalur layang dan jalur luar akan dihentikan sementara.
Bagian bawah tanah akan terus beroperasi, dengan waktu yang disesuaikan dengan kondisi kerumunan, kata perusahaan itu.
Untuk mencegah banjir, operator MRT juga menempatkan pintu air dan pompa air dalam keadaan siaga, dan meningkatkan inspeksi di stasiun, area perbelanjaan bawah tanah, tempat parkir dan depot kereta, katanya.
Fasilitas pencegahan banjir di seluruh sistem dapat menangani ketinggian air hingga 110cm, yang didasarkan pada data banjir dari beberapa tahun terakhir, katanya, sembari menambahkan bahwa beberapa stasiun dilengkapi dengan pintu banjir yang aktif ketika air melewati terowongan kereta api di dekat patahan.
Namun, ada kabar baik untuk reservoir Taiwan, yang telah menipis karena tidak adanya topan sepanjang tahun ini.
“Meskipun ada kekhawatiran, ada manfaat topan bagi Taiwan, terutama pada saat-saat seperti sekarang ketika ada kekurangan air,” kata Direktur Jenderal CWB Cheng Ming-dean.
Curah hujan musiman musim panas ini adalah 40 persen dari jumlah rata-rata yang diukur dalam beberapa tahun terakhir, rekor terendah kedua, katanya.
Topan itu diperkirakan membawa curah hujan 400 mm hingga 700 mm, dengan sebagian besar perkiraan hujan di daerah pegunungan di utara Kabupaten Miaoli.
Sementara itu, Administrasi Taman Nasional Yushan menangguhkan masuk ke taman sampai topan berlalu.
Peramal Biro Cuaca Pusat (CWB) Lin Ping-yu mengatakan topan telah sedikit melemah, tetapi radiusnya kemungkinan akan meluas.
Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menginformasikan tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,2 meter (40 feet).
Menurut JTWC ini adalah sistem yang berbahaya. Angin yang merusak, gelombang badai, gelombang laut yang ganas, hujan deras, tanah longsor, dan banjir bandang adalah semua risiko yang mungkin terjadi.
Selama 6 jam terakhir, Hinnamnor terletak 554 km barat daya Pangkalan Udara Kadena, dan telah bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 6 km per jam (3 knot).
Sumber: Taipeitimes.com, PAGASA Filipina, Badan Meteorologi Jepang/JMA dan Zoom.earth/JTWC
