Darilaut – Topan (Typhoon) Khanun mendarat di Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, dengan membawa angin kencang dan hujan deras, Kamis (10/8) pagi.
Setelah melewati Selat Korea, Khanun mendarat di pulau-pulau kota pesisir di Semenanjung Korea, pada pukul 09.20 waktu setempat.
Berdasarkan jalur lintasan Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) dan layanan Zoom.earth/Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Khanun mendarat di kota pesisir Geoje, Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.
Badan Meteorologi Jepang dan layanan Zoom.earth menempatkan pusat pendaratan Khanun di Pulau Geoje.
Menurut Badan Meteorologi Jepang intensitas Khanun dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang ekstrem, telah melemah menjadi Siklon tropis yang berkembang, pada pukul 10.00.
Sistem ini bergerak ke utara dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot). Tekanan udara pusat 980 hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi Jepang.
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur 440 km (240 NM) dan barat 330 km (180 NM).
Selanjutnya, arah perjalalanan Khanun pada Kamis malam diperkirakan ke utara barat laut dengan kecepatan 30 km per ham (16 knot).
JTWC memperkirakan Khanun akan melemah di sebelah barat Chinhae. Geser angin dan interaksi tanah akan memulai penurunan sistem tersebut.
Ada cukup energi yang tersisa agar sistem tetap dapat bertahan dengan angin kencang dan curah hujan yang melimpah saat bergerak melalui Osan, Humpreys, dan akhirnya wilayah Seoul.
Kantor Berita Yonhap Kamis (10/8) melaporkan Topan Khanun mendarat di pantai tenggara Korea Selatan Kamis pagi dan bergerak ke utara menuju daerah pedalaman tengah dan wilayah metropolitan Seoul, menurunkan hujan lebat dan menyebabkan angin kencang secara nasional, kata badan cuaca negara bagian.
Topan yang kuat, bergerak dengan kecepatan sangat lambat 22 kilometer per jam, tiba di pantai dekat kota tenggara Geoje sekitar pukul 09.20 pagi dan diperkirakan akan mencapai 50 km barat daya kota tenggara Daegu sekitar tengah hari, 20 km barat laut dari pusat kota Cheongju sekitar pukul 18.00 sore dan 40 km tenggara Seoul sekitar pukul 21.00 malam.
Jalur Khanun saat ini diperkirakan belum pernah terjadi sebelumnya karena menjadi yang pertama melewati Semenanjung Korea secara longitudinal sejak pencatatan dimulai pada tahun 1951.
Apabila jalur Khanun berjalan seperti yang diperkirakan, topan diperkirakan memakan waktu sekitar 15 jam untuk melintasi Korea Selatan secara vertikal, yang selanjutnya meningkatkan curah hujan dan kerusakan yang relevan.
Topan telah memaksa pembatalan besar-besaran penerbangan dan kereta api, dan penutupan sekolah, jalur laut dan jalan di seluruh negeri. Saat topan ini mendekat dan mendarat, pihak berwenang menerima laporan kerusakan properti.
Sumber: Japan Meteorological Agency/JMA, Zoom.earth/JTWC, dan Yonhap News (en.yna.co.kr)
