Topan Man-yi Meninggalkan Pohon Tumbang dan Puluhan Ribu Rumah Tanpa Listrik di Filipina

Tim Pasukan Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard, PCG) membersihan pohon yang tumbang di jalan karena topan super Man-yi di Gigmoto, Catanduanes, pada Minggu 17 November 2024. FOTO: Philippine Coast Guard/PCG

Darilaut – Topan super (super typhoon) Man-yi meninggalkan Ribuan pohon tumbang dan puluhan ribu rumah tanpa listrik di sejumlah provinsi di Filipina. Di Catanduanes saja topan mempengaruhi sebanyak 60.657 koneksi konsumen di seluruh provinsi.

Provinsi Pegunungan (Mountain) yang berada di bawah keadaan bencana setidaknya 90 persen area tanpa listrik karena topan Man-yi dengan nama Filipina “Pepito”.

Upaya restorasi sedang dilakukan di daerah-daerah yang dilanda Topan Man-yi seperti di Luzon Utara dan Selatan, provinsi Aurora, Wilayah Bicol, dan daerah lain yang terkena dampak.

Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, Mountain pada Senin (18/11) mengumumkan keadaan bencana akibat kehancuran dari enam topan yang melanda wilayah itu sejak 24 Oktober 2024.

Deklarasi keadaan bencana akan memungkinkan pemerintah provinsi untuk menggunakan dana bencananya untuk pemulihan provinsi yang dilanda badai tropis parah Kristine (nama internasional Trami), Topan Super Leon (Kong-rey), Topan Marce (Yinxing), Topan Nika (Toraji), Topan Ofel (Usagi), dan Topan Super Pepito (Man-yi).

Departemen Energi telah meminta semua pemangku kepentingan energi untuk mengadopsi pendekatan pemulihan listrik yang proaktif dan tangguh menyusul serangkaian siklon tropis yang melanda negara itu hingga saat ini.

Menteri Energi Raphael PM Lotilla menyoroti pentingnya strategi “membangun kembali dengan lebih baik” dengan berfokus pada pembangunan saluran listrik yang lebih tahan topan dan meningkatkan kemampuan data jaringan energi.

Lotilla menjelaskan langkah-langkah proaktif akan membantu meningkatkan ketahanan infrastruktur energi negara dan membantu melindungi masyarakat dari pemadaman listrik yang berkepanjangan selama kondisi cuaca buruk.

Evakuasi Preemptive

Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah mengatakan evakuasi preemptive (pencegahan) terhadap penduduk pada puncak topan yang dilakukan unit pemerintah daerah (LGU) mengakibatkan hanya dua korban tewas yang sudah dikonfirmasi.

Dalam lima siklon tropis berturut-turut, hampir tidak ada korban jiwa dibandingkan dengan Kristine (Trami).

Setelah Kristine, negara itu dihantam oleh topan Leon, Marce, Nika dan Ofel hanya beberapa hari terpisah satu sama lain.

Pelajaran terbesar dalam siklon tropis berturut-turut agar unit pemerintah daerah tegas dalam menerapkan evakuasi dan masyarakat mengindahkan otoritas setempat.

Dua orang yang dilaporkan tewas di Nueva Ecija karena Pepito. Kedua korban tewas menolak untuk mengungsi karena mereka ingin mengamankan rumah mereka di tepi sungai.

Dewan Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) Filipina mengatakan tiga siklon tropis berturut-turut yang melanda negara itu selama beberapa pekan terakhir sejauh ini telah mempengaruhi total 295.576 keluarga.

NDRRMC mengatakan jumlah 295.576 keluarga setara dengan 1.145.942 orang dari Wilayah 1, 2, 3, Mimaropa, Wilayah 5, dan Wilayah Administratif Cordillera (CAR).

Exit mobile version