Wu menyarankan orang-orang di daerah pegunungan Taiwan utara dan timur laut untuk waspada terhadap tanah longsor dan batu jatuh yang disebabkan oleh hujan lebat dan mereka yang berada di pantai untuk berhati-hati terhadap angin kencang. Sementara itu, dataran Taiwan tengah dan selatan akan mengalami cuaca yang stabil dan suhu yang panas.
Wu mengatakan dampak Mawar di Taiwan akan mulai berkurang pada hari Jumat, tetapi hujan lokal di Taiwan utara dan timur masih memungkinkan.
Pemodelan Eropa menunjukkan pada Sabtu hingga Senin (3-5 Juni), Mawar akan melemah, berbelok ke timur laut, melewati dekat Kepulauan Ryukyu, dan menuju perairan selatan Jepang.
Sementara itu, Taiwannews.com.tw melaporkan mayat seorang siswi yang terseret pmbak ke laut pada Minggu (28 Mei) ditemukan di Kabupaten Yilan pada Selasa (30 Mei)
Siswi sekolah menengah berusia 13 tahun itu ke Pantai Neipi bersama pria berusia 25 tahun bermarga Chang untuk menyaksikan ombak besar yang ditimbulkan oleh Topan Mawar.
Keduanya dilaporkan terseret ke laut oleh gelombang nakal.
Chang bisa berenang kembali ke pantai, tapi siswi tersebut terseret ombak ke laut dan terlihat hingga jarak 70 meter dari pantai. Departemen
Pemadam Kebakaran Kabupaten Yilan menerima telepon bahwa gadis itu hilang dan memulai upaya pencarian dan penyelamatan.





Komentar tentang post