Topan Nanmadol Bergerak Menuju Pulau Honshu

Nanmadol dilihat dari Satelit Enhanced RealVue™ AccuWeather pada Minggu malam, 18 September 2022, waktu setempat. GAMBAR: ACCUWEATHER.COM

Darilaut – Setelah mendarat di Pulau Kyushu Prefektur Kagoshima, Topan Nanmadol bergerak menuju Honshu, pulau terbesar di Jepang, Senin (19/9).

Kekuatan Nanmadol yang sebelumnya “angin topan yang sangat kuat” berkurang menjadi “angin topan yang kuat”.

Namun kekuatan Topan Nanmadol yang berkuarng tersebut masih dapat membahayakan keselamatan jiwa karena sistem ini membawa angin yang merusak, hujan lebat, gelombang badai, dan gelombang laut yang ganas.

Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) menginformasikan pada Senin pukul 03.00 waktu setempat Topan Nanmadol mengarah ke utara dengan kecepatan 20 km per jam atau 12 knot dan tekanan udara pusat 960 hektopaskal (hPa).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih mencakup timur laut 260 km (140 NM) dan barat daya 185 km (100 NM). Sementara area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur 750 km (400 NM) dan barat 650 km (350 NM).

Senin pukul 04.00 Nanmadol masih dengan kekuatan angin topan yang kuat, bergerak ke utara dengan tekanan udara pusat 960 hPa.

Prediksi Senin pukul 15.00, Topan Nanmadol akan bergerak ke utara timur-laut.

Trek lintasan Topan Nanmadol Senin (29/9) pukul 04.00 pagi bergerak ke utara menuju Pulau Honsu. GAMBAR: Badan Meteorologi Jepang/JMA

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Nanmadol terletak 157 km selatan-tenggara Sasebo, dan telah bergerak ke utara dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot) selama 6 jam terakhir.

Setelah mendarat di Kyushu selatan, intensitasnya akan melemah dengan cepat saat Nanmadol mengitari sumbu punggungan subtropis dan stabil di arah timur laut dalam 12 jam.

Dalam 24 jam, Nanmadol akan meningkatkan kecepatan hingga sekitar 30 km per jam (15 knot) dan terus melemah.

Nanmadol dapat memberikan dampak langsung pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 10,7 meter.

NHK (Nippon Hoso Kyokai) Senin pukul 01.00 melaporkan sedikitnya 33 orang telah terluka akibat topan ini.

Nanmadol diperkirakan akan berubah arah ke timur setelah melewati Kyushu pada Senin pagi. Topan kemungkinan akan bergerak ke timur laut di dekat pulau utama Honshu.

Pejabat cuaca mendesak warga untuk lebih berhati-hati jika terjadi tanah longsor, banjir di daerah dataran rendah dan sungai yang meluap.

Ahli meteorologi AccuWeather memperingatkan bahwa nyawa dan harta benda akan berisiko di seluruh negeri karena topan, yang pada Minggu malam, setara dengan kekuatan badai besar Kategori 3 (angin berkelanjutan maksimum 111-129 mph atau 178-208 km per jam) pada Skala Angin Badai Saffir-Simpson.

Nanmadol melakukan pendaratan pertamanya di Kyushu selatan, pulau paling selatan di daratan Jepang, pada hari Minggu.

Saat mendarat, topan memiliki tekanan sentral setidaknya 27,61 inci merkuri (935 milibar). Pembacaan tekanan ini menjadikan Nanmadol masuk dalam buku sejarah sebagai salah satu dari lima badai terkuat yang mendarat di Jepang sejak pencatatan dimulai pada tahun 1951.

Saat melanjutkan perjalanannya di daratan selatan Jepang, intensitas angin Nanmadol akan berkurang, tetapi hujan diperkirakan akan tetap menjadi ancaman signifikan hingga awal minggu ini.

“Banjir besar dan potensi kerusakan infrastruktur kemungkinan besar disebabkan oleh dampak hujan dan angin ini. Laut yang berbahaya juga akan menyebabkan masalah pengiriman di bagian cekungan ini,” kata Meteorolog AccuWeather Rob Richards.

Karena angin merusak yang diantisipasi, curah hujan yang membanjiri, gelombang badai yang berbahaya, dan sejumlah faktor ekonomi lainnya, Nanmadol akan mendapat peringkat 4 dalam Skala AccuWeather RealImpact™ untuk Siklon Tropis di Jepang.

Setelah topan menyapu Jepang selatan, badai kemungkinan akan kehilangan intensitas angin dan menjadi badai tropis saat melewati atau tepat di utara Honshu, pulau utama Jepang, pada Senin malam atau Selasa.

Ahli meteorologi AccuWeather mengatakan hilangnya intensitas angin ini akan mengurangi jumlah kerusakan di seluruh daratan Jepang, tetapi tidak akan menurunkan risiko banjir.

Sumber: Badan Meteorologi Jepang/JMA, Zoom.earth/JTWC, Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp) dan Accuweather.com

Exit mobile version