Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA), Senin siang, mengatakan Nolo — jenis angin topan yang sangat kuat – bergerak ke barat dengan kecepatan 30 km per jam (16 knot).
Sistem ini dengan tekanan udara pada pusatnya 950 hPa (hektopaskal).
Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 50 meter per detik (95 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 70 meter per detik (135 knot).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 130 km (70 NM), kata JMA. Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 390 km (210 NM).
Sebelumnya, menurut Central Pacific Hurricane Center (CPHC) Nolo tidak lagi menunjukkan karakteristik badai anular (annular).
Estimasi intensitas badai berdasarkan analisis satelit—baik secara subjektif maupun objektif—berkisar antara 95 hingga 115 mil per jam (102 knot).
Berdasarkan data gabungan, intensitas awal ditetapkan tetap pada angka 115 mil per jam (100 knot).
Pergerakan awal diperkirakan mengarah ke barat, atau 280 derajat dengan kecepatan 15 knot. Nolo diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat akibat pengaruh punggungan tekanan tinggi subtropis (subtropical ridge) yang kuat di sebelah utaranya.
Selama beberapa hari ke depan, topan ini diperkirakan akan mempertahankan kecepatan serupa atau sedikit melambat pada lintasan tersebut.




