Darilaut - Topan (typhoon) Saudel sedang bergerak ke arah barat di Laut Cina Timur, pada Kamis (27/8) pagi. Topan ini diperkirakan akan mendarat di dekat Wenzhou, pesisir Provinsi Zhejiang. Observatorium Hong Kong -- Hong Kong Observatory (HKO) mengatakan Topan Parah Saudel telah melemah menjadi topan biasa. Pada Kamis pukul 04.00 pagi, pusat Saudel berada sekitar 440 kilometer di sebelah timur Wenzhou. Sistem ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam melintasi Laut Tiongkok Timur, kata HKO. Sebelumnya, pada Kamis pukul 02.00 dini hari, pusat Topan Saudel berada sekitar 460 kilometer di sebelah timur Wenzhou. Menurut HKO Siklon Tropis Saudel akan bergerak mendekati wilayah pesisir antara Fujian dan Zhejiang. Saudel diperkirakan akan bergerak ke daratan dan melemah secara bertahap selama akhir pekan. Topan Saudel memiliki tekanan udara pada pusatnya 960hPa (hektopaskal), bergerak lambat ke arah barat, kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) Kecepatan angin instan maksimum 55 meter per detik (105 knot). JMA mengatakan area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 130 km (70 NM), sedangkan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur laut 330 km (180 NM) dan barat daya 280 km (150 NM). Saudel telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 9,1 meter (30 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC). Selama 6 jam terakhir, sistem ini mencapai kecepatan gerak paling lambat, namun yang terpenting, sistem ini mulai berbelok ke arah barat seiring dengan perubahan pola arus penggerak (steering pattern). Menurut JTWC, Saudel akan terus bergerak secara umum ke arah barat selama 12 jam ke depan dengan kecepatan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan saat ini. Sistem tersebut kemudian diperkirakan akan berbelok lebih ke arah barat daya. Saudel diperkirakan akan mencapai daratan di pesisir Tiongkok, tepatnya di wilayah selatan Provinsi Zhejiang. Terkait intensitasnya, kata JTWC, sistem ini diperkirakan akan melemah secara perlahan saat mendekati pesisir Cina akibat adanya geseran angin (wind shear) dari arah timur yang cukup kuat (tingkat sedang hingga tinggi) secara terus-menerus serta masuknya massa udara kering ke dalam sistem. Setelah sistem ini bergerak ke daratan, kekuatannya akan menurun dengan cepat akibat interaksi dengan daratan dan efek gesekan, hingga akhirnya meluruh di wilayah tenggara Tiongkok dalam kurun waktu 60 jam ke depan.