Crising diperkirakan akan terus menguat dan mungkin mencapai kategori Topan sebelum mendekati Hong Kong.
menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) Wipha dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang ekstrem. Sistem ini mengarah ke barat barat-laut, dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot).
Tekanan udara pusat 980 hPa (hektopaskal), kata JMA. Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 25 meter per detik (50 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (70 knot).
Sistem ini mengemas angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur 500 km (270 NM) dan barat 440 km (240 NM).
Melansir Xinhua, Provinsi Hainan dan Guangdong di Tiongkok Selatan berada dalam status siaga tinggi saat Topan Wipha memasuki Laut Cina Selatan, membawa angin kencang dan hujan lebat ke kedua provinsi tersebut.
Hainan mengaktifkan tanggap darurat Level IV pada pukul 09.00 pagi hari Sabtu, sementara Guangdong meningkatkan tanggap daruratnya dari Level IV ke Level II pada pukul 11.00 pagi.
Badan Meteorologi Hainan, mengatakan, Topan Wipha menguat dari badai tropis menjadi badai tropis yang kuat pada Sabtu dini hari.
Badan Meteorologi Hainan memperkirakan bahwa Topan Wipha bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam sambil terus menguat. Topan ini mendekati wilayah pesisir yang membentang dari Shenzhen di Guangdong hingga Wenchang di Hainan, dan kemungkinan akan mencapai daratan di wilayah tersebut pada Minggu sore dan malam.




