Rektor menyampaikan komitmennya terhadap upaya masuk dalam pemeringkatan internasional.
“Gerakan internasionalisasi melalui workshop ini akan dicatat sejarah, karena ini belum pernah dikerjakan serta dirumuskan selama UNG berdiri sebagai institusi pendidikan tinggi,” kata Rektor.
UNG tidak ingin sekadar tercatat dalam pemeringkatan global tanpa perencanaan matang. Sebaliknya, UNG menargetkan pencapaian yang terukur, dengan kesiapan menyeluruh di berbagai aspek kelembagaan.
“Dengan perkembangan UNG saat ini, pemeringkatan internasional bukan lagi sesuatu yang bisa kita hindari. Maka dari itu, persiapan harus dimulai sejak sekarang,” ujarnya.
Menurut Rektor, proses untuk masuk dalam QS WUR bukanlah pekerjaan instan. Dibutuhkan kerja simultan, sinergi, dan konsistensi dari seluruh elemen kampus.
Namun demikian, Rektor menyampaikan optimismenya bahwa dengan arahan yang tepat dari para narasumber, serta komitmen semua pihak, UNG bisa menembus QS WUR pada Maret 2026.
Rektor mengatakan pemeringkatan internasional merupakan bagian dari strategi besar UNG dalam mengonversi prestasi dan reputasi institusi ke dalam bentuk pengakuan di tingkat dunia. Hal ini, kata Rektor, harus dibangun secara bertahap dan berkelanjutan.
Workshop ini menjadi langkah awal yang penting. “Kami berani melangkah ke arah ini karena saya yakin kondisi UNG sudah layak untuk itu, karena sebelumnya telah dilakuan telaah hingga mencapai titik ini,” kata Rektor.




