Selasa, Juli 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Puisi “Nelayan Sangihe” Karya J.E. Tatengkeng

redaksi
16 Juli 2025
Kategori : Berita
0
Filsafat Ilmu Kelautan Kontemporer—Bukan Sekadar Ngetik Data di Pantai

Dr. Gybert E. Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi 1977-2018, Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993)

Puisi “Nelayan Sangihe” karya J.E. Tatengkeng yang ditulis pada tahun 1934 masih sangat relevan hingga saat ini, terutama jika kita menafsirkannya dalam konteks kehidupan modern.

Puisi ini menggambarkan seorang nelayan yang berada di tengah laut pada malam hari, menunggu ikan, namun pikirannya tampaknya tidak sepenuhnya terfokus pada pekerjaannya.

Merenung dalam Kesendirian Modern

Pada bait awal, Tatengkeng melukiskan suasana malam yang indah di laut dengan bintang, bulan, dan embun. Namun, di tengah keindahan ini, sang nelayan justru *termenung* dan *melamun*.

Dalam konteks kontemporer, ini bisa diartikan sebagai cerminan kondisi banyak individu di era modern yang, meskipun dikelilingi oleh hiruk pikuk dan kemudahan, seringkali merasa sendirian dan terjebak dalam pikiran mereka sendiri.

Keheningan malam di laut bisa disamakan dengan kesendirian di tengah keramaian kota, di mana seseorang mungkin sibuk secara fisik tetapi kosong secara batin.

“Setitik Api” dan Kerinduan akan Koneksi

Pertanyaan-pertanyaan “Mengapa termenung, Apatah direnung?” dan “Mengapa kaupandang ke kaki gunung?” menunjukkan adanya sesuatu yang mengganggu pikiran nelayan. “Setitik api” yang dilihatnya di kejauhan adalah simbol harapan atau kerinduan yang sangat kuat.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Dr. Gybert E. MamuayaJ.E. TatengkengNelayan Sangihe
Bagikan20Tweet2KirimKirim
Previous Post

UNG Bahas Pemeringkatan QS World University Rankings

Next Post

Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia Berpotensi Menjadi Siklon Tropis

Postingan Terkait

Topan Super Bavi Mengarah ke Selatan Jepang dan Pantai Timur Cina

Topan Super Bavi Mengarah ke Selatan Jepang dan Pantai Timur Cina

7 Juli 2026
Esai Foto: Cagar Budaya Gorontalo itu Akhirnya Telah Musnah

Esai Foto: Cagar Budaya Gorontalo itu Akhirnya Telah Musnah

6 Juli 2026

Gempa Bumi M5,3 Guncang Sangihe

Dosen UNG Bergelar Doktor Bertambah

Topan Super Bavi Melintas di Kepulauan Mariana Utara

El Niño Akan Memberikan Dorongan Ekstra pada Suhu Global

Topan Super Bavi Mendekati Kepulauan Mariana Utara, Bawa Gelombang 15 Meter

Cuaca Ekstrem Saat Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS, Gelombang Panas Pecahkan Rekor

Next Post
Bibit Siklon Tropis 99W Berkembang di Laut Filipina, 98W di Timur Palau

Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia Berpotensi Menjadi Siklon Tropis

TERBARU

Topan Super Bavi Mengarah ke Selatan Jepang dan Pantai Timur Cina

Esai Foto: Cagar Budaya Gorontalo itu Akhirnya Telah Musnah

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Gempa Bumi M5,3 Guncang Sangihe

Dosen UNG Bergelar Doktor Bertambah

Topan Super Bavi Melintas di Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

41 Persen Pengusaha Hanya Bisa Bertahan Tiga Bulan

Badai Vamco dan Etau Berdampak Pada Gelombang Laut

Ini Bahaya Peralatan Medis Mengandung Merkuri di Sektor Kesehatan

Perempuan Sebagai Katalis untuk Perubahan

Siklon Tropis Khanun Terbentuk di Laut Filipina

Ini Kekhasan Hidup Ikan Sidat, Katadromus dan Anadromus

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.