“Bahkan Prof. Lukman tantangannya berat. Bu Ning tolong disupport dari kepala LPPM. Kenapa saya bilang tantangannya berat, karena ini pusat yang menjadi perhatian langsung dari presiden. Jadi program Presiden Prabowo itu untuk STEM ini termasuk yang sangat diberikan perhatian, yang sangat diberikan porsi. Dan kita termasuk yang harus meningkatkan kualifikasi dan kapasitas kita untuk ini,” ujar Eduart.
Prof. Eduart menambahkan bahwa pembentukan pusat studi ini bukan hanya langkah administratif, melainkan bagian dari transformasi akademik UNG untuk memperluas jejaring riset dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional. Ia berharap, Pusat Studi Lingkungan Belajar dan STEM dapat menjadi motor penggerak riset unggulan, sekaligus wadah bagi civitas akademika dalam melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
“Dengan pusat studi ini, kita ingin memastikan bahwa UNG tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi tantangan pendidikan dan teknologi di Indonesia”.




