Kamis, Agustus 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Panas Ekstrem Penyebab Kematian Terbesar

redaksi
6 November 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Suhu Agak Panas Melanda Seluruh Jepang

Ilustrasi suhu panas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dari semua peristiwa cuaca ekstrem, suhu panas (panas ekstrem) penyebab kematian terbesar. Namun panas ekstrem ini masih diremehkan.

Padahal angka kematian akibat panas bisa mencapai 30 kali lebih tinggi dibandingkan angka kematian yang tercatat saat ini.

Layanan peringatan panas diberikan kepada pengambil keputusan kesehatan di separuh negara yang terkena dampak. Diperkirakan akan meningkat pesat pada tahun 2027 berdasarkan inisiatif internasional Peringatan Dini untuk Semua.

Dalam siaran pers yang diterbitkan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) tercatat pula antara tahun 2000 dan 2019, perkiraan kematian akibat panas mencapai sekitar 489.000 per tahun, dengan beban yang sangat tinggi terjadi di Asia (45%) dan Eropa (36%).

Kondisi panas ekstrem selama musim panas tahun 2022 diperkirakan telah menyebabkan lebih dari 60.000 kematian di 35 negara Eropa.

Gelombang panas juga memperburuk polusi udara, yang telah menyebabkan sekitar 7 juta kematian dini setiap tahunnya dan merupakan pembunuh terbesar keempat berdasarkan faktor risiko kesehatan.

Siaran pers WMO (2/11) juga menjelaskan bahwa jumlah kejadian bencana berskala menengah atau besar diperkirakan akan mencapai 560 kejadian per tahun – atau 1,5 kejadian setiap hari – pada tahun 2030.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Cuaca EkstremGelombang PanasKrisis IklimSuhu PanasWHOWorld Meteorological Organization
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

WHO: Krisis Iklim Memicu Wabah Penyakit

Next Post

BMKG Mendukung Penuh Penguatan Jaringan Global Sistem Pengamatan Laut

Postingan Terkait

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

6 Agustus 2026
Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

6 Agustus 2026

Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara

Puncak El Niño September dan Desember 2026

El Niño Menguat, 49 Juta Orang Akan Mengalami Kelaparan Akut, 225 Juta Rawan Pangan

Tim Pengabdian Universitas Terbuka Dorong Nelayan Payang Pelabuhan Ratu Beralih ke Teknologi Ramah Ekosistem

Provinsi Gorontalo Status Siaga Kekeringan

Badai Tropis Kujira Terbentuk di Laut Cina Selatan

Next Post
Jalan Buntu Melindungi Kehidupan Laut Lepas

BMKG Mendukung Penuh Penguatan Jaringan Global Sistem Pengamatan Laut

TERBARU

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara

Puncak El Niño September dan Desember 2026

El Niño Menguat, 49 Juta Orang Akan Mengalami Kelaparan Akut, 225 Juta Rawan Pangan

Tim Pengabdian Universitas Terbuka Dorong Nelayan Payang Pelabuhan Ratu Beralih ke Teknologi Ramah Ekosistem

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru di Wilayah Teluk Tomini

Siklon Tropis Karim Terbentuk di Samudra Hindia

Sejarah Pertama di Indonesia, Ekspedisi Pinisi Arungi Laut 136 Hari dan 3400 Mil

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

AMSI Perkuat Pemeriksa Cek Fakta di Kawasan Indonesia Timur

Prof Aprilani Soegiarto: Pioner Oseanografi dan Ilmu Kelautan di Asia Tenggara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.