Secara global, terjadi penurunan jumlah ikan di lautan akibat meningkatnya eksploitasi dan pencurian ikan (illegal fishing). Hal ini yang mendorong dibutuhkannya kawasan konservasi yang memungkinkan ekosistem laut dapat terjaga.
Pembukaan prodi ini sebagai respon Unpad terhadap hasil “Our Ocean Conference” (OOC) yang telah diselenggarakan di Bali, Oktober 2018 lalu. Konferensi ini salah satunya menghasilkan komitmen pemimpin dunia dalam bidang konservasi laut.
“Unpad sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia merespon dengan mendirikan prodi ini,” kata Yudi.
Pembukaan prodi Magister Konservasi Laut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah. Yudi mengatakan, pemerintah, baik Kemenristekdikti dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, memiliki skema khusus riset di bidang kemaritiman dan kelautan. Salah satu subsektornya mengenai konservasi laut.
“Di samping itu, KKP dan Unpad telah memiliki MoU, salah satunya dalam hal konservasi laut,” ujarnya.
Sasaran prodi ini adalah menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan mengembangan metode konservasi laut yang sesuai dengan karakteristik perairan di wilayahnya. Lulusan juga mampu mengombinasikan teori dan praktik di lapangan untuk dapat memelihara kawasan konservasi laut.*





Komentar tentang post