Acara tersebut dihadiri oleh aparat desa se-Kecamatan Buntulia, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN-PAR. Antusiasme paling besar terlihat dari perwakilan Desa Karya Indah, salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Buntulia yang sejak awal menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan KKN-PAR di wilayahnya.
Dalam sesi pemaparan materi, dua narasumber hadir memberikan penguatan terkait isu-isu strategis yang relevan dengan program KKN-PAR. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pohuwato, Refli Basir, SE, yang memberikan gambaran mengenai potensi sumber daya kelautan dan perikanan serta peluang pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis sektor tersebut. Sedangkan materi kedua dibawakan oleh Mohammad Pahlawan dari NGO Burung Indonesia, yang menekankan pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan pelibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Kedua materi tersebut menjadi landasan penting bagi mahasiswa KKN-PAR dalam merumuskan program kerja yang partisipatif dan berbasis riset tindakan, sesuai dengan prinsip utama metode Participatory Action Research.
Usai rangkaian sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara UNUGo dan pemerintah setempat. Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbolisasi komitmen bersama dalam memastikan bahwa pelaksanaan KKN-PAR berjalan secara terstruktur, terukur, dan berorientasi pada hasil yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.




