Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan. Angin Kencang di Papua Barat Daya.
BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 6 – 8 April 2026. Curah hujan tertinggi dengan intensitas lebat terpantau di Papua Barat (190.7 mm/hari), D.I Yogyakarta (87.4 mm/hari), Kalimantan Tengah (86.4 mm/hari), Papua (84.0 mm/hari), Sumatera Barat (84.1 mm/hari), Sumatera Utara (75.0 mm/hari) dan Lampung (73.5 mm/hari).
Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah, serta fenomena MJO yang melintasi sebagian besar wilayah Sumatera.
Selain itu, peralihan Monsun Asia menuju Monsun Australia juga berperan dalam membentuk pola sirkulasi udara dan area konvergensi di beberapa daerah. Faktor pendukung lainnya, seperti perlambatan kecepatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup intens pada siang hari, turut memperkuat proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan.
Di sisi lain, terdeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Lampung, Selat Karimata, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang mendorong terbentuknya zona pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang dipengaruhi pola angin tersebut.




