Jumat, Agustus 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

WHO Memperluas Pengawasan Penyakit Monkeypox

redaksi
28 Mei 2022
Kategori : Berita, Kesehatan
0
WHO Memperluas Pengawasan Penyakit Monkeypox

Virus yang terbentuk secara penuh dan sudah dewasa, virion monkeypox. GAMBAR: Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC/AP/Accuweather.com

Darilaut – Wabah cacar monyet atau penyakit monkeypox telah menyebar di sejumlah negara. Monkeypox menyebar secara berbeda dari Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dan mitranya bekerja untuk lebih memahami tingkat dan penyebab wabah cacar monyet.

WHO dan negara-negara yang terkena dampak memperluas pengawasan penyakit tersebut untuk menemukan dan mendukung orang-orang yang mungkin terpengaruh. Selain itu, memberikan panduan tentang cara mengelola penyakit.

WHO melaporkan virus ini endemik di beberapa populasi hewan di sejumlah negara, yang menyebabkan wabah di antara penduduk lokal dan pelancong.

Para ahli dan kelompok penasihat teknis terus mengadakan pertemuan untuk berbagi informasi tentang penyakit ini dan strategi untuk merespon. Seperti pertemuan Kelompok Penasihat Strategis & Teknis tentang Bahaya Menular dengan Potensi Pandemi dan Epidemi.

WHO terus menerima pembaruan tentang status wabah yang sedang berlangsung di negara-negara endemik.

WHO mendorong orang untuk tetap mendapat informasi dari sumber yang dapat dipercaya, seperti otoritas kesehatan nasional, tentang tingkat wabah di komunitas mereka (jika ada), gejala dan pencegahan.

Karena cacar monyet menyebar melalui kontak dekat, responsnya harus fokus pada orang yang terkena dampak dan kontak dekat mereka.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Cacar MonyetMonkeypoxWHO
Bagikan2TweetKirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 92P Berkembang di Barat Daya Banten

Next Post

Penyakit Cacar Monyet Menyebar di 12 Negara

Postingan Terkait

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

28 Agustus 2026
Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

28 Agustus 2026

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

Banjir Bandang Dahsyat Himalaya, Sekjen PBB Sampaikan Solidaritas Bagi Korban dan Keluarga

Struktur Kimia Sabun, Dari Eco Enzyme Menjadi Produk Bernilai

Next Post
Penyakit Cacar Monyet Menyebar di 12 Negara

Penyakit Cacar Monyet Menyebar di 12 Negara

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Rusak Mesin di Banggai Kepulauan, 112 Penumpang KM Eklesia Selamat

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

Cek Fakta Debat Cawapres, Mahfud MD: Food Estate di Indonesia Gagal, Rugi Dong

Tanah Longsor di Banyumas, Lima Warga Meninggal Dunia

Badai Tropis Matmo Terbentuk di Laut Filipina

AMSI: Gugatan 200 Miliar Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancam Kebebasan Pers

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.