WHO mengatakan bahwa berdasarkan data yang tersedia saat ini, “tambahan risiko kesehatan masyarakat global yang ditimbulkan oleh JN.1 saat ini dinilai rendah.”
Meskipun demikian, dengan dimulainya musim dingin di Belahan Bumi Utara, JN.1 dapat meningkatkan beban infeksi saluran pernafasan di banyak negara.
WHO juga menyoroti bahwa vaksin yang ada saat ini terus memberikan perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian akibat JN.1 dan varian SARS-CoV-2 lainnya yang beredar.
Penyakit Pernapasan
COVID-19 bukan satu-satunya penyakit pernapasan yang menjadi penyebab. Influenza, RSV (Respiratory Syncytial Virus) dan pneumonia pada anak-anak sedang meningkat, menurut WHO.
Laporan ini menyarankan masyarakat untuk mengambil tindakan untuk mencegah infeksi dan penyakit parah dengan menggunakan semua alat yang tersedia, termasuk memakai masker saat berada di area yang ramai, tertutup, atau berventilasi buruk, dan menjaga jarak aman dari orang lain.
WHO mendesak semua orang untuk mengutamakan keselamatan dengan menutupi batuk dan bersin; membersihkan tangan secara teratur; dan selalu mengikuti perkembangan vaksinasi terhadap COVID-19 dan influenza, terutama jika Anda berisiko tinggi terkena penyakit parah.
Selain itu, masyarakat harus tinggal di rumah jika mereka sakit, dan menjalani tes jika mereka memiliki gejala, atau jika mereka mungkin terpapar dengan seseorang yang mengidap COVID-19 atau influenza.




