Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ingat Kasus Benjina

redaksi
11 Maret 2019
Kategori : Berita
0
Benjina

Korban perbudakan di Benjina dievakuasi. FOTO: YOUTUBE.COM

BENJINA hanyalah salah satu pulau di Kepulauan Aru, Maluku. Dari tempat inilah, mata dunia terbuka dengan sorotan tentang perdagangan orang, perbudakan dan kegiatan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia.

Berkat hasil investigasi The Associated Press (AP) selama setahun, praktik perbudakan dalam industri perikanan laut dunia itu terbongkar. AP menurunkan hasil investigasi Robin McDowell, Margie Mason dan Martha Mendoza, pada 25 Maret 2015 dengan judul “Slaves may have caught the fish you bought”.

Pemainnya PT Pusaka Benjina Resources –sebuah perusahaan yang melakukan penanaman modal asing. Sebagian saham perusahaan itu milik Thailand dengan menggunakan kapal penangkap ikan eks Thailand. Hasil perikanan ini tidak hanya dipasarkan di Thailand, tapi ke berbagai tempat. Termasuk ke Amerika Serikat, seperti Wal-Mart, Sysco, Kroger, Fancy pesta, Meow Mix dan Iams.

Korban perbudakan ini warga negara Myanamar (Burma). Adapula pekerja dari Laos dan Kamboja. Mereka disiksa dan dipaksa bekerja hingga 24 jam sehari dan tidak dibayar.

AP mewawancarai puluhan orang, kebanyakan Myanmar –negara termiskin di dunia. Mereka dibawa ke Indonesia melalui Thailand dan dipaksa untuk menangkap ikan. Hasil tangkapan mereka kemudian dikirim ke Thailand. Dari sini, produk ikan memasuki arus perdagangan global.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Benjinaillegal fishingKKPperbudakan
Bagikan51Tweet26KirimKirim
Previous Post

Perbudakan ABK dan Illegal Fishing di Laut Lepas

Next Post

Kapal Ikan Mati Mesin dan Patah Kemudi, 26 ABK Selamat

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
SAR Ternate

Kapal Ikan Mati Mesin dan Patah Kemudi, 26 ABK Selamat

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Setiap Hari 100 Kilogram Potasium Sianida Disebar di Lautan Indonesia

Bibit Siklon Tropis 92B Mengarah ke Teluk Benggala

Topan Talim Mendekati Guangdong dan Hainan, Hong Kong Umumkan Sinyal Badai

Memerangi Perdagangan Merkuri Ilegal

TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan Sabu 10,75 Kg

Bibit Siklon Tropis 96W Berkembang di Timur Laut Halmahera

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.