“Panas ekstrem sudah mengubah kehidupan sehari-hari di kota-kota di seluruh dunia, yang akan menghadapi tingkat panas berbahaya di hampir setiap skenario iklim. Ini menimbulkan risiko khusus bagi petani kecil dan anggota masyarakat yang rentan,” kata Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen.
“50@50 membantu para pemimpin lokal bergerak lebih cepat dengan berbagi solusi praktis yang melindungi masyarakat, mengurangi ketidaksetaraan, dan memperkuat ketahanan perkotaan.”
Seiring meningkatnya suhu global, kota-kota di seluruh dunia mengalami gelombang panas yang lebih lama, lebih intens, dan lebih sering.
Hal ini menyebabkan hampir setengah juta kematian setiap tahun dan membuat sekolah, sistem transportasi, rumah, dan ruang publik tidak aman selama jam-jam puncak panas.
Ini juga mendorong peningkatan permintaan energi dan memperparah ketidaksetaraan, memberikan tekanan yang semakin besar pada sistem kesehatan Masyarakat. Terutama jika dikombinasikan dengan polusi udara, infrastruktur energi, dan ekonomi perkotaan.
“Panas ekstrem menjadi tantangan utama bagi kota-kota di seluruh dunia. Berdasarkan simulasi 50°C yang dilakukan Paris sendiri, inisiatif ini mencerminkan keyakinan yang kuat: kota-kota harus bertindak bersama untuk mengantisipasi panas ekstrem dan melindungi penduduknya. Kerja sama adalah alat kita yang paling ampuh,” kata Walikota Paris, Emmanuel Grégoire.



