Darilaut – Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) bermitra dengan sejumlah lembaga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya terumbu karang.
Seperti The Reef-World Foundation, bermitra dengan UNEP, melalui “Green Fins initiative”.
Program ini melibatkan komunitas global bisnis wisata bahari dan perwakilan dari profesional hingga wisatawan dan membantu membangun kemitraan dengan sektor swasta, membangun keberlanjutan ke dalam model bisnisnya. Dengan demikian berkontribusi pada upaya konservasi global.
Contohnya, salah satu mitra industri utama Reef-World, Professional Association of Diving Instructors (PADI) atau Asosiasi Profesional Instruktur Selam.
PADI mewakili jaringan pusat penyelaman, instruktur selam, dan penyelam terbesar, membuatnya diposisikan secara unik untuk berperan dalam keberlanjutan masa depan industri wisata bahari.
Mendidik penyelam untuk terlibat dalam gaya hidup sadar laut dan memungkinkan operator selam menjalankan bisnis yang ramah lingkungan dapat meningkatkan industri penyelaman sebagai contoh bagaimana manusia dan planet dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Beberapa langkah tersebut termasuk mengedukasi penyelam untuk tidak menyentuh karang, mengurangi penggunaan plastik, dan memperkuat pengumpulan dan pengelolaan sampah.
Di Republik Dominika, operator selam secara aktif berkontribusi pada sains warga dengan dukungan organisasi non-pemerintah lokal seperti Reef Check (mitra implementasi Sirip Hijau di negara tersebut) dan Yayasan Studi Kelautan Dominika.
Mereka melakukan pemantauan kesehatan karang, penyakit kehilangan jaringan karang batu dan pemantauan mamalia laut.
Data yang dikumpulkan dianalisis dan digunakan secara lokal oleh pengelola taman laut, secara nasional oleh pengelola perikanan dan lingkungan, dan secara internasional oleh organisasi, termasuk badan PBB, untuk membantu memantau dan merawat terumbu karang dengan lebih baik.
Laporan Sintesis IPCC Maret 2023 memperingatkan bahwa aktivitas manusia telah menyebabkan pemanasan global dan menyerukan “transisi yang cepat dan berjangkauan luas di semua sektor dan sistem” untuk mengamankan “masa depan yang dapat ditinggali dan berkelanjutan untuk semua.”
Hari Terumbu Dunia (World Reef Day) yang diperingati pada tanggal 1 Juni setiap tahun, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya terumbu karang bagi kesehatan planet.
Ilmuwan warga (Citizen scientists) yang terjun untuk konservasi laut juga berperan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang ekosistem terumbu karang.
Data dan informasi tersebut untuk Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan – United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021–2030) yang sedang berlangsung.
Hari Kesadaran Terumbu Sedunia (World Reef Awareness Day) dan Hari Terumbu Dunia menciptakan kesadaran di antara komunitas bisnis dan masyarakat umum tentang rapuhnya sistem biologis terumbu karang.
Terumbu karang bersama hutan mangrove, padang lamun, dan hutan ganggang (kelp forests) merupakan tempat berkembang biak yang sangat penting bagi ikan dan hewan laut lainnya.
